Breaking News:

Sebelum Tawuran, Ojan Sempat Berpesan Kepada Adik Kelas Agar Tidak Mengikuti Keburukannya

Ojan, yang saat itu merupakan pelajar kelas XII SMK Sasmita Jaya Pamulang, alami luka parah di bagian wajah karena tertusuk parang saat tawuran.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ilusi Insiroh
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Ratusan Pelajar SMK Sasmita Jaya Pamulang, berdoa di taman pemakaman umum (TPU) Kobak Desa Pedurenan, pukul 11.00 WIB hari ini, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, GUNUNG SINDUR - Ahmad Fauzan (18) dikenal sebagai anak yang pendiam dan dihormati adik kelas atau juniornya di sekolah.

Ahmad Fauzan atau yang akrab disapa Ojan, merupakan korban dari tawuran antar pelajar yang diduga dilakukan SMK Sasmita Jaya Pamulang dengan SMK Bhipuri Serpong, pada Selasa (31/7/2018) lalu.

Ojan, yang saat itu merupakan pelajar kelas XII SMK Sasmita Jaya Pamulang, alami luka parah di bagian wajah karena tertusuk parang saat tawuran terjadi.

Setelah perawatan medis intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat, selama tujuh hari, Ojan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.05 WIB, Selasa (7/8/2018) dan sudah dikebumikan di taman pemakaman umum (TPU) Kobak Desa Pedurenan, pukul 11.00 WIB hari ini, Rabu (8/8/2018).

Syarif Hidayat, adik kelas Ojan, mengungkapkan sempat disampaikan pesan olehnya saat istirahat sekolah pada hari ketika Ojan tawuran dan tertusuk parang.

Digadang Jadi Cawapres, UAS: Jika Diberikan Perkara Bukan Pada Ahlinya, Tunggulah Kehancuran

Keluarga Ikhlaskan Kepergian Ojan, Korban Tawuran Tertusuk Parang di Tangsel

Ojan merangkulnya dan berpesan agar ia tak mengikuti keburukan dirinya, termasuk dalam hal tawuran.

"Saya dirangkul gitu, Bang. Terus dia bilang lu jangan ikutin gua, keburukan dia, kalo tawuran kita jangan diikutin. Masa depan lu curam, jangan diikutin. Gua udah terjerumus, susah nangkalnya, lu baru masuk jangan ngikutin," ujarnya menirukan pesan dari kakak kelasnya itu.

Syarif sangat menghormati sosok Ojan yang pendiam dan tak banyak membual. Ia mengaku sedih saat tahu seniornya itu meninggal dunia.

"Saya memang sudah mandang dia, orangnya enggak banyak ngomong itu. Sedih saya juga," ujarnya saat melayat di rumah duka di Jalan Pedurenan III, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved