PKS Kukuh Ajukan Ulama Jadi Cawapres, Sujiwo Tedjo Tak Setuju: Itu Bisa Kacau!

PKS kukuh mengajukan ulama sebagai cawapres Prabowo, namun budayawan Sudjiwo Tedjo tak terima dan sebut akan kacau bila ulama memimpin.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: ade mayasanto
YouTube Trans 7 Official
Sudjiwo Tedjo di acara Mata Najwa pada Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kukuh mengajukan ulama sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Dua nama ulama itu, yakni Ustaz Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Keduanya merupakan hasil rekomendasi Ijtima ulama yang terhimpun dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

PKS bahkan mengacam akan membentuk poros ketiga bila Prabowo tidak mengikuti rekomendasi dari Ijtima GNPF.

Upaya menyandingkan Prabowo Subianto dengan ulama tersebut justru ditentang Budayawan Sudjiwo Tedjo.

Ia menilai, rencana mendampingkan Prabowo dengan ulama justru memicu kekacauan di Indonesia.

Pertentangan tersebut terjadi saat Sudjiwo Tedjo hadir di acara Mata Najwa, pada Rabu (9/8/2018).

Dua kubu tersebut, memperdebatkan cawapres Jokowi dan Prabowo Subianto.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pendaftaran capres dan cawapres untuk pemilihan presiden 2019 dibuka sejak Sabtu (4/8/2018) hingga Jumat (10/8/2018) pukul 24.00 WIB.

Hingga Rabu (8/8) belum ada sosok yang resmi mendaftarkan diri sebagai capres cawapres.

TONTON JUGA

Meski demikian, publik telah mengetahui terdapat dua sosok yang digadang-gadang maju menjadi capres di Pilpres 2019.

Kendati sudah ada dua kandidat yang bakal menjadi capres, hingga kini belum terdengar siapa pendamping mereka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved