Waktu Tempuh Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Kota Bertambah Lama Karena Pembangunan DDT di Manggarai

Perpindahan tersebut mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta 5 hingga 10 menit.

Waktu Tempuh Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Kota Bertambah Lama Karena Pembangunan DDT di Manggarai
Stanly Ravel
Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan jadi stasiun tersibuk di Indonesia, Kamis (1/2/2018) 

TRIBUNJAKARTA.COM, MANGGARAI- Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menghentikan sementara operasional jalur 6 dan 7 yang berada di Stasiun Manggarai, Sabtu (11/8/2018).

Hal itu terkait adanya pengerjaan proyek pembangunan double double track (DDT) paket A di Stasiun Manggarai fase 1.

Untuk sementara layanan kereta rel listrik ( KRL) line Bogor dan kereta api bandara di Stasiun Manggarai dipindahkan ke jalur 8, 9, dan 10. Perpindahan tersebut mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta 5 hingga 10 menit.

6 Fakta Bagus Kahfi: Top Skor Sementara Piala AFF, Julukan Kolang Kaling dan Bedanya dengan Bagas

"Perubahan pola operasi akibat perubahan jalur rel KRL ini berdampak pada bertambahnya waktu perjalanan KRL sekitar 5 - 10 menit. Sebagai contoh, waktu perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota dari yang semula 1 jam 55 menit menjadi 2 jam atau 2 jam 5 menit," ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten Yusrizal melalui keterangan resminya yang diterima Kompas.com.

Terkait ketidaknyamanan tersebut, pihaknya meminta maaf dan meminta masyarakat untuk memaklumi kondisi tersebut hingga pembangunan selesai dilakukan.

Dia mengimbau masyarakat untuk dapat menyesuaikan waktu perjalanan ketika menggunakan KRL, terutama pada lintas Bogor menuju Jakarta.

Final Piala AFF: Buta Kekuatan Thailand, Timnas Bertekad Raih Kemenangan untuk Kado HUT Kemerdekaan

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian bekerjasama dengan operator PT KCI dan DAOP I PT KAI akan menambah jumlah petugas perkeretaapian terutama pada titik-titik perpindahan penumpang serta pada pengaturan perjalanan KA.

Yusrizal mengatakan, dengan adanya DTT maka nantinya akan ada dua jalur rel di Stasiun Manggarai yang memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara.

Di Stasiun Manggarai juga akan dibangun 3 lantai dimana pada lantai 1 merupakan jalur KA lintas Bekasi yang memiliki 4 jalur, dan kereta bandara 4 jalur dengan panjang peron untuk 12 stamformasi kereta.

Sementara di lantai 2 akan ada layanan penumpang dengan luas lantai kurang lebih 9.108 meter persegi dengan kapasitas penumpang sekitar 17.800 orang. Fasilitas ini dilengkapi lift dan eskalator.

Ibu dan Anak Diturunkan dari Pesawat, Manajemen Batik Air: Si Anak Sakit dan Keluarkan Bau Menyengat

Di lantai 3 akan dibangun jalur KA utama (mainline) 6 jalur dan Bogor line 4 jalur dan panjang peron untuk 12 stamformasi kereta. Stasiun Manggarai akan menjadi perhentian terakhir untuk perjalanan kerata api jarak jauh.

"Pemerintah berharap ke depan, dengan selesainya pembangunan Stasiun Manggarai animo masyarakat untuk tetap memilih kereta api ketika melakukan perjalanan akan terus meningkat karena kapasitas stasiun yang menjadi lebih besar serta fasilitas stasiun yang lebih baik," ujar Yusrizal. (Kontributor Jakarta, David Oliver Purba)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Pembangunan DDT, Perjalanan KRL Jakarta-Bogor Jadi Lebih Lama

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved