Polisi: 16 Pelajar Terlibat Tawuran di Tangerang Selatan Masih Belum Ditentukan Status Hukumnya

Ferdy mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kejari terkait status hukum mereka karena terlibat dalam tawuran yang menggunakan sajam.

Polisi: 16 Pelajar Terlibat Tawuran di Tangerang Selatan Masih Belum Ditentukan Status Hukumnya
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan, menyebut masih akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan untuk menentukan status hukum 16 pelajar yang terlibat tawuran beberapa waktu lalu.

Diketahui tawuran antar pelajar SMK Bhipuri Serpong dengan SMK Sasmita Jaya Pamulang terjadi pada Selasa (31/8/2018) lalu dan mengakibatkan Ahmad Fauzan, pelajar kelas XII SMK Sasmita Jaya Pamulang, menjadj korban.

Ahmad Fauzan (18) alias Ojan, meninggal dunia pada Selasa (7/8 /2018) akibat luka parah tertancap parang saat tawuran terjadi.

Aparat kepolisian pun sudah mengamankan FF (17), tersangka penusuk parang yang diserahkan keluarganya kepada pihak kepolisian, pada Jumat (10/8/6) lalu.

Selain mengamankan FF, aparat kepolisian juga sudah mengidentifikasi 16 pelajar dari kedua SMK yang terlibat tawuran dan dijadikan saksi.

FF dijerat pasal berlapis, 340, 338 dan 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana dan penganiayaan berat dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Terkait status hukum ke-16 pelajar itu pun masih belum jelas.

Ferdy mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kejari terkait status hukum mereka karena terlibat dalam tawuran yang menggunakan Senjata Tajam itu.

"Sudah 16 orang siswa yang ikut tawuran itu sudah kita periksa didampingi dengan orang tua mereka masing-masing. Seperti yang saya jelaskan tadi awalnya yang akan segera kita sidangkan ini adalah tersangka utama," katanya saat menggelar konferensi pers di Mapolres Tangerang Selatan, Senin (13/8/2018).

"Kita akan koordinasi dengan jaksa apakah memungkinkan untuk para siswa yang ikut tawuran sesuai dengan saksi-saksi dan alat bukti yang lainnya ini kita jadikan tersangka untuk perkara ini," lanjutnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved