Polling Capres-Cawapres di Medsos Disebut Tak Layak Dipercaya oleh Guru Besar IPB, Ini Penjelasannya

Di akun Twitter-nya, ia menyinggung soal validitas dan tingkat kepercayaan dari polling capres-cawapres di Twitter.

Polling Capres-Cawapres di Medsos Disebut Tak Layak Dipercaya oleh Guru Besar IPB, Ini Penjelasannya
Kolase TribunJakarta.com/Instagram Joko Widodo/Kompas TV
Joko Widodo - Prabowo Subianto 

TRIBUNJAKARTA.COM - Usai pendeklarasian capres-cawapres, kini publik tinggal menunggu penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno menjadi capres-cawapres yang sudah mendaftar ke KPU pada Jumat (10/8/2018).

Usai pendaftaran capres-cawapres, banyak pihak yang melakukan polling di media sosial.

Mulai dari akun twitter pribadi hingga organisasi.

Seperti program acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Nahdlatul Ulama (NU), Fahri Hamzah, Iwan Fals dan lainnya.

Kebanyak dari polling yang dilakukan, mayoritas dimenangi oleh pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Voting Pasangan Jokowi di Pilpres 2019 dari AHY hingga TGB, Hasilnya di Luar Dugaan

Beragam reaksi pun bermunculan, mulai dari yang terima hasil polling tersebut hingga yang tak percaya.

Tanggapan berbeda datang dari Guru Besar Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Khairil Anwar Notodiputro.

Di akun Twitter-nya, ia menyinggung soal validitas dan tingkat kepercayaan dari polling capres-cawapres di Twitter.

Ia menganggap kalau polling di Twitter tersebut tidak layak dipercaya.

Seorang Youtuber Bocorkan Simulasi Perhitungan Voting Indonesian Idol

Halaman
12
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved