Pilpres 2019
Teka-teki Tim Pemenangan Prabowo-Sandi: Buat Dua Tipe Hingga Menanti Posisi SBY
Saat ini, Muzani menyebut pihaknya bersama partai pengusung Prabowo-Sandi masih membicarakan bentuk struktur tim pemenangan
Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan pihaknya belum memastikan orang-orang yang akan masuk dalam tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Saat ini, Muzani menyebut pihaknya bersama partai pengusung Prabowo-Sandi masih membicarakan bentuk struktur tim pemenangan.
"Penyusunan tim pemenangan sedang dalam proses pembicaraan diantara partai pengusung. Yang sedang kita bicarakan adalah bagan struktur tim pemenangan, belum bicara orang," ujar Muzani kepada wartawan RSPAD Gatot Subroto, Senin, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).
"Setelah itu baru kita bicara orang dan seterusnya. Termasuk siapa ketua dan bagaimana penempatan pimpinan partai terutama ketua umum," ungkap Ahmad Muzani.
• Medical Check Up, Prabowo: Saya Mantan Tentara yang Takut Suntik, Lebih Baik Terjun
• Istirahat yang Cukup Jadi Persiapan Prabowo-Sandiaga Jelang Tes Kesehatan
• Arah Dukungan PA 212 Masih ke Prabowo Subianto
Muzani mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menyampaikan ke Partai pengusung jika rancangan mengenai struktur tim pemenangan sudah rampung.
"Sebagai sebuah rancangan sudah selesai dan akan kami sampaikan kepada partai pengusung untuk dilakukan pembahasan dan persetujuan," jelas Muzani.
Sebelumnya, kubu penantang pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin telah merampungkan tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Struktur tim pemenangan itu dipimpin oleh seorang ketua yang membawahi 11 direktorat.
Sebanyak 11 direktorat itu, yakni perencanaan, konten, komunikasi politik, media dan sosmed, kampanye, pemilih muda, penggalangan dan penjaringan, logistik dan Alat Peraga Kampanye, hukum dan advokasi serta saksi dan relawan.
Masing-masing direktorat dipimpin seorang direktur didampingi oleh sembilan orang wakil direktur.
Jabatan tersebut sudah diisi oleh kader partai politik Koalisi Indonesia Kerja.
Dua Format Tim Pemenangan
Tim pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, masih dalam proses penggodokan.
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengungkapkan bahwa bentuk struktur tim pemenangan akan memiliki dua tipe. Dua tipe tersebut yakni ramping dan sedang.
"Ada dua tipe. Ada tipe ramping dan sedang. Ramping itu dimaksudkan karena struktur harian adalah orang yang akan terus melakukan kerja dan evaluasi sehari-hari," ujar Muzani RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).
• Kata Jokowi, Jusuf Kalla Bersedia Jadi Ketua Tim Pemenangan
Nantinya orang di bawah struktur ramping tersebut akan melakukan pekerjaan teknis. Nama tim pemenangan di bawah tidak akan seluruhnya dicantumkan.
Selain itu, ada tipe sedang yang dibentuk untuk mengakomodir pihak yang ingin bergabung ke tim pemenangan.
"Ada juga middle, yakni sebagian dimasukkan karena ini menyangkut nama-nama orang yang ingin berharap namanya dicantumkan dalam komisi pemilihan umum," jelas Muzani.
SBY Masuk Tim Pemenangan
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani memastikan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akan masuk dalam struktur tim pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Muzani mengungkapkan pihaknya tidak membedakan peran partai pengusung dalam tim kemenangan Prabowo-Sandi.
"Termasuk Pak SBY dan para ketum parpol lainnya," ujar Muzani kepada wartawan RSPAD Gatot Subroto, Senin, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).
Muzani menjelaskan nantinya posisi SBY dan Ketua Umum partai lain akan mendapatkan tempat yang terhormat.
• Reaksi Ahok dari Rutan Mako Brimob Begitu Tahu Jokowi Pilih Maruf Amin Jadi Cawapresnya
• Para Sekjen Parpol Pendukung Belum Capai Keputusan Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-Maruf Amin
"Masing-masing ketum pengusung harus ditempatkan di tempat yang terhormat karena ketum sangat penting dalam penentuan kebijakan parpolnya dan kebijakan parpol akan dituangkan dalam platform perjuangan capres cawapres. Karena itu penempatan para ketum bagi kami adalah sesuatu yang sangat penting," jelas Muzani.
Seperti diketahui, hubungan antara Partai Demokrat dan Gerindra sempat memanas setelah petinggi partai berlambang bintang Mercy tersebut menuding Sandiaga Uno memberikan mahar Rp 500 miliar kepada PKS dan PAN.
Mahar tersebut disebut sebagai langkah untuk memuluskan langkah Sandiaga menjadi cawapres.