Ini Firasat yang Dialami Bibi Delpiero Sebelum Keponakannya Tewas

Wiwik menceritakan, saat itu wajah keponakan yang telah ia besarkan sejak kecil tersebut juga terlihat berbeda dibandingkan biasanya

Ini Firasat yang Dialami Bibi Delpiero Sebelum Keponakannya Tewas
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Suasana di TPU Susukan, tempat pemakaman Fahturosi Delpiero, korban tewas akibat tawuran antar pelajar di Jakarta Timur, Selasa (14/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Wiwik Dwi Mastuti (64) sudah merasakan firasat yang tak mengenakan sesaat sebelum Delpiero, keponakan yang telah ia besarkan sejak kecil harus meregang nyawa seusai terlibat tawuran antar pelajar di Jalan Mayjen Sutoyo.

Perasaan itu muncul saat Senin subuh ia mendapati pemuda bernama lengkap Fahturosi Delpiero tersebut baru tiba di rumah sekira pukul 04.00 WIB.

"Senin subuh itu dia sempat saya marahi, tapi enggak tahu kenapa setelah dimarahi ia langsung mencium tangan saya dan meminta maaf," ujarnya saat ditemui TribunJakarta.com, Selasa (14/8/2018).

Lebih lanjut ia menjelaskan, tak biasanya Delpiero mencium tangannya dan meminta maaf seperti yang terjadi Senin (13/8/2018) kemarin.

"Biasanya cium tangan itu hanya kalau mau pamit pergi saja, seperti mau berangkat sekolah gitu," ucapnya di kediamannya yang terletak di Jalan Raya Centex, RT 15/003, Ciracas, Jakarta Timur.

Wiwik menceritakan, saat itu wajah keponakan yang telah ia besarkan sejak kecil tersebut juga terlihat berbeda dibandingkan biasanya.

"Setelah cium tangan dan minta maaf enggak tahu kenapa saya lihat wajahnya kok enggak seperti biasanya," ujar Wiwik mengenang keponakannya itu.

Suasana Haru Menyelimuti Pemakaman Delpiero, Korban Tewas Akibat Tawuran Pelajar di Jakarta Timur

Ia pun tak mengira itu menjadi pertemuannya yang terakhir dengan keponakan yang telah ia anggap sebagai anaknya sendiri itu.

Wiwik pun mengaku sangat terkejut ketika memperoleh kabar pada Senin malam bahwa keponakan yang sangat ia cintai tersebut telah tiada.

"Saya dapat kabar pukul 20.30 WIB lah, katanya Fahturosi sudah enggak ada, sudah di kamar jenazah RS Polri Kramat Jati," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, tawuran antar pelajar terjadi di Jalan Mayjen Sutoyo tepatnya di atas jembatan tol yanh menghubungan wilayah Makasar dengan Kramat Jati, Senin (13/8/2018) malam.

Selain Fahturosi yang menjadi korban tewas, bentrok antar SMK Rahayu Mulyo dan SMK Respati ini juga menyebabkan empat orang lainnya mengalami luka cukup serius.

Sementara itu, menurut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ida Ketut saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap para pelaku pembacokan.

"Masih dalam proses penyelidikan, pelaku pembacokan masih terus kami cari," ujarnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved