Jelang HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Omzet Penyewaan Baju Adat Meningkat

"Untuk penyewaan baju adat omzetnya bisa meningkat sampai 70 persen lebih, malah kadang bisa sampai 100 persen,"

Jelang HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Omzet Penyewaan Baju Adat Meningkat
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Beberapa koleksi baju adat yang ada di tempat penyewaan baju adat milik Mujilah di Jalan Batu Merah No 49, RT 12/05, Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (16/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 kemerdekaan RI tempat penyewaan baju adat mulai diminati warga.

Sebagian besar dari mereka ingin menggunakan baju khas daerahnya untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan Indonesia tersebut.

Mujilah (62), pemilik salon sekaligus penyewaan baju adat di daerah Kramat Jati menuturkan, jelang perayaan kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus omzet penyewaan baju adat meningkat hingga 70 persen.

"Untuk penyewaan baju adat omzetnya bisa meningkat sampai 70 persen lebih, malah kadang bisa sampai 100 persen," ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com, Kamis (16/8/2018).

Hingga H-1 jelang HUT ke-73 kemerdekaan Indonesia, Mujilah mengaku sudah ada 40 sampai 50 orang yang telah memesan baju adat di tempatnya.

"Tahun ini banyak, ada 40 sampai 50 orang," ujarnya di kediamannya di Jalan Batu Merah No 49, RT 12/05, Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Beragam baju adat dari berbagai Provinsi yang ada di Indonesia lengkap dengan penutup kepala hingga alas kaki tersedia di tempat penyewaan milik Mujilah ini.

"Semuanya ada kalau baju adat, tapi paling banyak itu baju adat dari Jawa, Padang, dan Aceh," ucap dia.

Selain menyediakan jasa penyewaan baju adat, masyarakat juga dapat langsung dirias di salon miliknya.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp150 ribu sudah termasuk rias dan penyewaan baju adat.

"Sewa dan rias untuk anak-anak Rp150 ribu, sementara untuk dewasa Rp200 ribu," kata Mujilah.

Mujilah menjelaskan, pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah hingga istri dari para pejabat.

"Pelanggan paling banyak dari anak sekolah untuk kegiatan di sekolahnya biasanya, tapi ada juga ibu-ibu dari DPR yang mau ucapara 17-an," ucapnya.

Empat Bulan, Lagi Syantik Siti Badriah Salip Lagu Via Vallen, Nella Kharisma Hingga Raih MuRI

Di Balik Kesigapannya Informasikan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho Berjuang Lawan Kankernya

Heboh Isu Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting, Pakar Ekspresi Bongkar Perasaan Nagita Slavina Sesungguhnya

Umat Muslim Harus Tahu Keutaman Puasa Tarwiyah dan Arafah, Bisa Hapus Dosa Setahun Lalu

Kamu Shohibul Kurban? Ini Larangan Untuk Orang yang Berkurban: Tidak Boleh Memotong Kuku dan Rambut

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved