Minim Perhatian, Tak Hanya Rawan Roboh SD 15 Tangerang Rawan Tindak Kriminal

Pemandangan yang menyentuh batin pun terlihat ketika memasuki gerbang SD negeri 15 Tangerang. Sebab gedung tersebut tampak lusuh dan sempit.

Minim Perhatian, Tak Hanya Rawan Roboh SD 15 Tangerang Rawan Tindak Kriminal
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Keadaan gedung sekolah SD Negeri 15 Tangerang yang mengenaskan, atap bolong, kayu rapuh dan lapuk, lantai berdebu, meja tidak layak pakai, hingga bau got yang menyengat, Kamis (16/8/2018). 
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sudah dihantui gedung sekolah yang rawan roboh, murid SD Negeri 15 Tangerang pun diteror oleh pelaku kejahatan yang menintai mereka.

Pemandangan yang menyentuh batin pun terlihat ketika memasuki gerbang SD negeri 15 Tangerang. Sebab gedung tersebut tampak lusuh dan sempit.

Hal itu bertolak belakang dengan kegembiraan yang terlibat dari raut wajah gembira murid SD Negeri 15 sambil bermain bola di halaman sekolah yang sempit.

Namun, dibalik itu semua terdapat sosok yang mengintai sekolah tersebut berniat berbuat mencelakakan anak-anak tak berdosa itu.

Pasalnya, kerap kali terjadi tindak percobaan membawa kabur dan menculik anak didik sekolah SD Negeri 15 Tangerang.

"Sering banyak laporan dari wali murid kalau anaknya sering dipanggil dan diajak jajan dan jalan-jalan di Tangerang City Mall sama orang asing," jelas Saeful Anwar selaku guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Tangerang, Kamis (16/8/2018).

"Sini... sini dek jajan. Terus anaknya ngadu 'itu siapa gak kenal ajak-ajak aku' untung anaknya lari ke dalam sekolah bukan keluar," tambah Anwar seraya menirukan gelagat orang asing yang manggil-manggil murid didiknya.

Parahnya, hal itu kerap kali terjadi oleh orang yang sama dan calon korbannya pun berbeda-beda.

Dari kondisi yang menghantui anak didiknya, para guru pun mempunyai tugas baru selain mengajarkan pelajaran juga mengawasi anak-anaknya saat pulang.

Belum beres penderitaan SD Negeri 15 karena gedung yang mau roboh, ternyata sekolah tersebut pernah kebobolan maling. 13 unit komputer pun kandas dalam waktu semalam.

"Beberapa bulan yang lalu. Jadi malam-malam ada maling masuk dan maling 13 unit komputer. Padahal komputer-komputer itu dipakai untuk belajar anak-anak," papar Anwar.

Hal tersebut pun tidak menjadi perhatian pemerintahan Kota Tagerang.

Anwar menjelaskan, karena tidak ada perhatian yang berkepentingan, orangtua murid pun turun tangan.

Pasalnya mereka sampai rela patungan untuk dapat membeli unit baru komputer agar anak-anaknya dapat menimba ilmu.

"Sekarang alhamdulillah sudah ada 13 unit baru komputer untuk anak-anak," sambung Anwar.

Anwar dan segenap guru pun mengaku ingin perhatian dari Pemerintahan Kota Tangerang lantaran sekolah mereka seperti dianak tirikan dari hiruk pikuk kemewahan Kota Tangerang.

Apa lagi lokasi mereka berada di pusat kota dan tidak jauh dari Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved