HUT Kemerdekaan RI

Dua Tahun Berturut Sumardi Sampai Puncak di Lomba Panjat Bambu

Setelah berjibaku selama hampir dua jam, Sumardi (30) akhirnya berhasil mencapai puncak tertinggi bambu betung yang ia panjat.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Badan Sumardi berlumur oli setelah mengikuti lomba panjat bambu di RT 10/02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (17/8/2018). 

L‎aporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Setelah berjibaku selama hampir dua jam, Sumardi (30) akhirnya berhasil mencapai puncak tertinggi bambu betung yang ia panjat.

Ia langsung mengibarkan bendera putih yang ditancap di atas bambu betung sebagai tanda sukacita.

Rupanya, keberhasilan Sumardi mencapai puncak tertinggi dalam perlombaan khas 17 Agustus itu bukanlah pengalaman pertama.

Tahun lalu, warga RT 10/02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, ini sampai ke atas saat mengikuti perlombaan serupa.

"Ini sudah kedua kalinya berturut-turut saya yang sampai di atas buat ambil hadiah. Ibaratnya juara bertahanlah saya ini," ucap Sumardi ditemui TribunJakarta.com di RT 10/02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (17/8/2018).

Sumardi mengatakan postur tubuhnya yang kurus menjadi alasan mengapa dirinya sudah dua kali berada di puncak perlombaan panjat memanjat saat lomba 17-an.

"Kita lomba begini kan juga pakai strategi ‎karena saya kurus jadinya di atas terus. Manjatnya enggak pernah dibawah," ujar pria yang memiliki berat 47 kilogram tersebut.

Selain itu, Sumardi menyebut pekerjaannya sebagai kuli bangunan juga membuatnya memiliki tenaga ekstra.

"Mungkin karena kerjaan saya suka angkat yang berat makanya pas lomba begini enggak berasa berat dan sakit. Cuma licin aja kesulitannya," kata Sumardi.

Selain dua faktor di atas, Sumardi menyebut faktor mental memiliki peran yang sangat besar.

Sebab, berada di ketinggian sekitar 10 meter ‎dengan hembusan angin kencang dan tanpa alat keselamatan tentunya memilki risiko besar.

Bila lengah sedikit saja bukan tak mungkin ia akan celaka.

"Yang pasti itu kita enggak boleh takut ketinggian. Karena kan diatas itu anginnya kenceng banget. Jadinya mental itu sangat penting dalam perlombaan ini," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved