Fakta Bendera Merah Putih Tidak Tercipta Saat Proklamasi, Sempat Dipakai Kerajaan Kediri Tahun 1292

Sang Merah Putih pun disebutkan pernah menjadi bendera perjuangan Pangeran Diponegoro antara tahun 1825-1830.

Fakta Bendera Merah Putih Tidak Tercipta Saat Proklamasi, Sempat Dipakai Kerajaan Kediri Tahun 1292
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman
Bagus menjajakan bendera Merah Putih, umbul-umbul di pinggir Jalan Pajajaran, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (29/7/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tidak banyak yang tahu bahwa bendera merah putih sudah lama menjadi panji-panji bangsa Indonesia.

Jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 digaungkan, panji merah putih sudah dipakai oleh Pangeran Diponegoro bahkan oleh Kerajaan Kediri tahun 1292.

Pada saat tanah Jawa berada di puncak kejayaannya, Raja Jayakatong dari Kediri yang melawan Kerajaan Singasari di bawah tampuk kekuasaan Kertanegara, sudah mengibarkan panji berwarna merah putih, tepatnya pada 1292.

Kala lampau itu, Jayakatong mengirimkan tentaranya yang penuh kemegahan panji dan umbul-umbul, diiringi bunyi gamelan ke utara Gunung Penanggungan, menuju ke jurusan pusat Keraton Singasari.

Namun, pasukan Jayakatong yang lebih kuat dan berjumlah besar, diam-diam bergerak ke arah selatan Gunung Penanggungan.

Laskar inilah rupanya ujung tombak Kediri yang menjungkalkan Singosari.

Karena pasukan Singosari yang dipercayakan kepada Wijaya dan Ardaraja terkecoh, dan memusatkan kekuatannya di arah utara, namun tiba-tiba terkejut mendapat tusukan serangan besar dari pasukan Jayakatong yang berpanji, umbul-umbul dan bendera wama merah putih!

Kertanegara sebagai raja di saat itu, rupanya meremehkan perlawanan Jayakatong.

Suatu prasasti perunggu Gunung Butak yang ditemukan di dekat Surabaya antara lain menuturkan begini:

“ ...demikian keadaannya ketika tentara Sri Maharaja (Raden Wijaya) bergerak terus sampai Rabut Carat, tak lama kemudian datanglah musuh dari arah barat. Ketika itu juga Sri Maharaja bertempur dengan segala balatentaranya dan musuh pun tunggang langgang mengalami kekalahan besar."

Halaman
12
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved