Pilpres 2019

Mahfud MD Sebut KH Ma'ruf Amin Ancam Jokowi, Begini Tanggapan Ketua PBNU

Awalnya, Mahfud mengungkapkan pembicarannya dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Kurniawati Hasjanah
Tribunnews.com/ Imanuel Nicolas Manafe
Ketua Umum MUI KH Maruf Amin di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (27/7/2017) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Mahfud MD menuding Ma'ruf Amin diduga memberikan ancaman kepada Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan saat Mahfud MD hadir di acara ILC TV One, pada Selasa (14/8/2018).

Mahfud menyebut Ma'ruf Amin adalah sosok yang memerintah Kader NU Robikin untuk mengatakan kepada Jokowi soal NU yang akan meninggalkan pemerintah.

Pernyataan Mahfud MD tersebut, sontak membuat masyarakat Indonesia terkejut.

Menanggapi tudingan itu, Ma'Ruf Amin akhirnya buka suara.

Bagaimana kisah selengkapnya? Mari Kita simak.

Calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 KH Ma'ruf Amin angkat bicara terkait tudingan Mahfud MD di acara Indonesia Lawyer Club (ILC).

Dilansir TribunJakarta.com, hal ini ia utarakan kepada jurnalis KompasTV Aiman Witjaksono ketika sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi pada Rabu (15/8/2018) waktu setempat.

Menurut Ma'ruf masalah ini sudah masuk dalam ranah internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU).

Ma'ruf menyebut tidak etis bila dirinya yang menjawab tudingan Mahfud MD tersebut.

Diundang Tampil Live di Mata Najwa untuk Bahas Mahar Politik, Andi Arief Dilarang SBY

Dituding Dukung Prabowo dan Sandiaga Karena Utang Budi, Ini Tanggapan Anies Baswedan

"Tidak, itu kan PBNU. Keputusannya kan ada di PBNU.

Jangan, hanyalah, tidak etis. Tanya PBNU saja. itu internal, mereka yang jawab," jawab Ma'ruf Amin.

Sementara itu, Ma'ruf Amin bersama istri akan menunaikan ibadah haji selama dua pekan.

Dirinya juga akan mengisi khotbah arafah pada puncak ibadah haji mendatang.

Diberitakan sebelumnnya Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD berbicara blak-blakan mengenai kegagalan dirinya menjadi calon wakil presiden yang akan mendampingi petahana Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019.

Fakta Kerajaaan Ubur-ubur: Bisikan Gaib, Ritual Malam Hari dan Mengaku Ratu Kidul

Mahfud mengungkapkan nama-nama yang ternyata berpengaruh terhadap pencalonnan wapres Jokowi.

Mahfud kemudian mengungkapkan di balik pernyataan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) akan meninggalkan Jokowi jika tidak ada kadernya yang jadi cawapres.

1. Kiai Maruf Amin Sebut NU Akan Tinggalkan Jokowi

Mahfud mengatakan tidak sekadar bicara terkait peran Maruf Amin tersebut.

Awalnya, Mahfud mengungkapkan pembicarannya dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj.

Dalam pertemuan Rabu pagi itu, Mahfud mengatakan tidak keberatan terhadap sikap NU tersebut.

Mahfud kemudian mengatakan agar NU tidak menolak jika Presiden menghendaki calon di luar NU.

Said Aqil kemudian mengatakan bahwa dia telah didatangi oleh seorang pejabat pemerintah yang sangat penting kedudukannya terkait nama-nama calon dari NU.

"Ini calon NU sekian orang. Ini nggak bisa, ini koruptor. Nyebut nama orang. Yang nggak korupsi hanya saya dan Pak Mahfud kata Pak Aqil," kata Mahfud MD.

2. Mahfud Kaget NU Akan Tinggalkan Pemerintah

Mahfud kemudian kaget mendengar pernyataan dari Ketua PBNU Robikin Emhas.

Robikin mengatakan NU akan meninggalkan Pemerintah jika bukan kadernya yang mendampingi Jokowi.

"(Kemudian) ribut dari seluruh indonesia. Itu tidak benar, NU bukan politik dan macam-macam. Lalu dibantah tidak ada pernyataan itu, padahal pernyataan itu ada. Robikin yagn menyatakan dan yang menyuruh itu Kiai Maruf Amin," ungkap Mahfud.

3. Mahfud Tahu dari Muhaimin Iskandar

Mahfud menegaskan dia mengetahui Muhaimin di balik pernyataan keras NU itu adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Maruf Amin.

Ketika para narasumber ILC dan hadirin kaget, Muhaimin mengatakan informasi itu dia terima dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

"Bagaimana saya tahu Kiai Maruf Amin? Muhaimin yang bilang ke saya. Hehe. Ini saya ceritain, menarik ini ceritanya. Saya memang jujur," kata Mahfud yang diiringi tepuk tangan nara sumber yang lainnya.

Kata Mahfud, dia bertemu dengan Muhaimin karena dipertemukan mantan Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali.

Mahfud mengatakan sebenarnya tidak bersedia menemui Muhaimin karena Muhaimin juga mencalonkan diri dan tidak bersedia jika Mahfud yang terpilih.

Namun dia akhirnya luluh karena Asad mengatakan pertemuan itu adalah karena prakarsa dia.

"Dek selamat ya wapres, kok tau Bapak? iyalah saya tahu. Anu ya bertemu dengan Muhaimin," kata Mahfud menceritakan awal mula pertemuan tersebut.

4. Kiai Maruf Amin Dikte Pernyataan yang Akan Disampaiken ke Media

Mahfud dan Muhaimin kemudian bertemu di Jalan Empu Sendok.

Nah, di situlah Muhaimin mengatakan peran Maruf Amin dibalik pernyataan keras NU.

"Di situlah Muhaimin mengatakan wah kita ini dipermainkan politik ya Pak. Pak Mahfud bukan saya lho yang bilang Pak Mahfud bukan kader NU," katanya Mahfud menirukan ucapan Muhaimin.

Mahfud kemudian memaklumi bahwa itu adalah kerjaan anak buah Muhaimin dan menurut dia itu adalah main-main.

"Terus saya tanya, gimana itu main ancam-ancam? itu yang nyuruh Kiai Maruf katanya," beber Mahfud.

Berdasarkan keterangan Muhaimin, Presiden ternyata memanggil Maruf Amin, Said Aqil Siradj, dan Muhaimin ke Istana Negara pada Rabu pagi.

Mahfud MD Batal Jadi Cawapres Jokowi, Putri Gus Dur Sebut Tak Disetujui NU dari Partai Politik

Diundang Tampil Live di Mata Najwa untuk Bahas Mahar Politik, Andi Arief Dilarang SBY

Ketika ketemu presiden, kata Muhaimin, Presiden tidak menyebut siapa namanya, dia hanya bertanya kepada mereka bertiga secara berpisah, minta saran siapa yang akan jadi calon.

"Tapi tidak sebut siapa calon. Nah, ketemulah tiga orang ini di PBNU dan bersekimpulan berarti ketiga ini bukan calonnya karena waktu dipanggil tidak disebut calon," ungkap mantan menteri pertahanan itu.

"Nah lalu mereka sepertinya marah-marah. Membahas kemudian Kiai Maruf mengatakan kalau gitu kita mengantakan tidak bertanggung jawab secara moral atas pemerintahan kalau bukan kader NU yang diambil. Ini kata Muhaimin," lanjut Mahfud.

Masih dari keterangan Muhaimin yang disampaikan Mahfud, Maruf kemudian memanggil Robikin agar mengatakan hal serupa kepada media.

"Datang Robikin. Didikte kalimatnya oleh Kiai Maruf, begini lho kalimatnya. Katanya itu didikte emang," kata Mahfud.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved