HUT Kemerdekaan RI

Ini Reaksi Mendikbud Usai Datangi TK di Probolinggo yang Pawai Kemerdekaan Gunakan Replika Senjata

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy telah mengunjungi TK Kartika V-69 Probolinggo pada Minggu (19/8/2018).

Ini Reaksi Mendikbud Usai Datangi TK di Probolinggo yang Pawai Kemerdekaan Gunakan Replika Senjata
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, SENAYAN - Pawai murid TK di Probolinggo, Jawa Timur, dalam rangka peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Sabtu (18/8/2018) lalu, menjadi kontroversi di masyarakat.

Pasalnya kostum dan senjata api replika yang digunakan para siswa TK tersebut dianggap tidak sesuai dengan usianya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy telah mengunjungi TK Kartika V-69 Probolinggo pada Minggu (19/8/2018).

Muhadjir mengatakan karnaval rutin dilakukan setiap tahun dengan tema keagamaan.

Ia juga mengatakan TK tetrsebut milik Persatuan Istri Tentara (Persit) dan di bawah binaan Kodim 0820.

"Untuk karnaval 18 Agustus itu sudah tradisi dilakukan di Probolinggo. Dan memang biasanya mereka temanya itu banyak yang mengusung tema keagamaan karena masyarakat sana dikenal sangat agamis," ujar Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).

Dari hasil tinjauannya, ia mengatakan bahwa kostum dan senjata replika yang digunakan merupakan barang-barang inventaris dari kegiatan sebelumnya.

"Properti yang dimiliki yang telah digunakan tahun lalu untuk parade drumband sekolah itu digunakan kembali parade drumband itu tahun lalu temanya mirip dengan yang diusung sekarang itu," kata dia.

"Jadi pertimbangannya praktis aja itu kenapa kalau saya tangkap bicara dengan kepsek itu maksudnya temanya itu ya perjuangan umat Islam dalam ikut merebut kemerdekaan lah," lanjutnya.

Untuk diketahui, pada parade 18 Agustus 2018 lalu, TK tersebut menggunakan kostum yang menggambarkan Raja Salman dan Istri, dibelakang ada pengawal raja salman.

Pengawal tersebutlah yang menjadi masalah karena siswanya kebanyakan perempuan, dan makanya pengawal tersebut perempuan dan dipakaikan cadar.

Permintaan Joni ke Jokowi Sampai Aksi Heroiknya sama dengan Peristiwa Bersejarah di Surabaya

Satpol PP Jakarta Pusat Bantah Anggotanya Aniaya Pria Keterbelakangan Mental di Lapangan Banteng

Cerita Keterlibatan Fairel, Bocah Melongok Lihat Jokowi di Video Opening Ceremony Asian Games 2018

"Ini sangat spontan dan enggak ada maksud apa-apa. Kemarin saya tanya kebudayaan sana yang hadir apakah menimbulkan keresahan, kata mereka gak ada sama sekali justru mereka kaget kenapa menimbulkan keresahan di luar sana," ujar Muhadjir.

"Terlalu jauh kalau kalau kita sampai interpretasikan ke menanamkan radikalisme, tidak ada kaitannya dengan itu," tukasnya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved