Idul Adha 2018

Manfaatkan Momen Lebaran, Isani Mampu Produksi 2000 Kulit Ketupat Dalam Dua Hari

Jelang Idul Adha ketupat salah satu yang diburu masyarakat. Permintaan ketupat terus meningkat hingga muncul penjual bungkus ketupat musiman.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Isani (47), penjual bungkus ketupat di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir Juanda Bekasi Timur, Selasa (21/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Menjelang Idul Adha, ketupat merupakan salah satu yang diburu masyarakat. Permintaan ketupat terus meningkat hingga muncul penjual bungkus ketupat musiman.

Seperti di Pasar Baru Bekasi, dari mulai pintu masuk sudah banyak dijumpai pedagang kulit ketupat yang menjajakan dagangannya.

Isani (47), penjual bungkus ketupat di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir Juanda Bekasi Timur, mulai menjajakan dagangannya sejak Senin (20/8/2018). Ia rencananya akan berjualan sampai Selasa (21/8/2018).

"Kalau Idul Adha dua hari saja jualannya, beda kalo lebaran Idul Fitri satu minggu mau lebaran sudah jualan," ungkap Isani kepada TribunJakarta.com pada Selasa (21/8/208).

Sehari-hari Isani menjual Lepet. Pada momen-momen lebaran baik Idul Adha maupun Idul Fitri beralih menjadi penjual bungkus ketupat.

Dia mematok bungkus ketupatnya seharga Rp 8 ribu per ikat. Satu ikat berisi 10 bungkus ketupat. Namun tidak jarang ada pembeli yang mau membeli satuan seharga Rp 1000.

"Satuan si jarang yang beli, biasa perikat aja jualnya. Tapi kalau ada yang mau satuan ya saya jual juga seribu satunya," kata Isani.

Isani berjualan bungkus ketupat seorang diri dan sudah puluhan tahun. Untuk momen Idul Adha selama berjualan dua hari, ia mampu memproduksi 2000 bungkus ketupat.

"Kalau bikinnya sudah dari sehari sebelum jualan, ini sambil jualan juga kan sambil bikin juga. Cepat kalau bikin ketupat, enggak ada satu menit, asal rajin saja" jelas dia.

Jumlah 2000 itu menurut dia bukan jumlah yang banyak, bahkan kalau momen Idul Fitri ia mampu membuat lebih banyak lagi bahkan dua kali lipatnya.

"Ya habis saja kalau jualan, kan banyak yang beli ketupat buat lebaran. Pasti habis sih biasanya," ungkap dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved