Satu Keluarga yang Tewas Berpelukan di Tangerang Punya KTP Jakarta Timur

"Keluarga ini baru lima tahun di sini, memang baru sebelumya kalau tidak salah dari Jakarta," ujar seorang warga Samsudin (35).

ISTIMEWA
Petugas pemadam kebakaran saat mengevakuasi korban meninggal karena kebakaran di Perumahan Bukit Gading Cisoka Blok B3 No 28 RT 05/05, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang pada Selasa (21/8/2018) pukul 05.30 WIB. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tragis nasib satu keluarga di Cisoka, Kabupaten Tangerang harus tewas terpanggang si Jago merah dirumahnya sendiri yang ternyata merupakan warga Jakarta Timur.

Diketahui, Budiman (46) beserta istrinya Sri Handayani (37) tewas berpelukan saat kebakaran dirumahnya bersama kedua belahan hatinya yakni Safira (5), dan Ferdi bayi yang masih berusia satu tahun.

Dari data yang didapatkan, didapatkan secarik fotokopi KTP dari Sri dan suaminya, Budiman yang bertuliskan alamat aslinya.

Diketahui Sri Handayani berasal dari Desa Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Sementara sang suami pun beralamat sama dengan Sri Handayani.

"Keluarga ini baru lima tahun di sini, memang baru sebelumya kalau tidak salah dari Jakarta," ujar seorang warga Samsudin (35) saat ditemui di lokasi kejadian, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/8/2018).

Menurutnya, Budiman dan istrinya terpaksa pindah ke Cisoka lantaran tuntutan kerjaannya.

Diketahui, Budiman bekerja di sebuah pabrik air mineral di daerah Cisoka, Kabupaten Tangerang.

"Dia karyawan di pabrik air mineral, sempet bilang kalau memang kejauhan kalo dari Jakarta," lanjut Samsudin yang enggan menyebutkan nama pabrik air mineral tersebut.

Sebelumnya, kebakaran hebat membuat satu keluarga tewas terpanggang di dalam rumahnya yang berlokasi di Perumahan Bukit Gading Cisoka Blok B3 No 28 RT 05/05, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/8/2018).

Menurut Kapolsek Cisoka, AKP Uka Subakti, Kejadian terjadi sekira pukul 05.30 WIB.

"Kejadian kebakaran itu dari saksi Sartono ketika lewat rumah ini pukul 05.30 WIB mau berangkat kerja. Ternyata asap dari dalam rumah, kemudian memberi tahu warga dan mendobrak karena rumah terkunci," jelas Uka.

Kini keempat jenazah telah dievakuasi ke RSU Balaraja, Kabupaten Tangerang untuk diautopsi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved