Idul Adha 2018

Wanita Haid Disunahkan Menghadiri Pelaksanaan Salat Idul Adha dengan Alasan Ini

Wanita yang sedang Haid atau datang bulan tetap dianjurkan datang ke lokasi pelaksanaan Salat Idul Adha dengan alasan ini.

Wanita Haid Disunahkan Menghadiri Pelaksanaan Salat Idul Adha dengan Alasan Ini
The Peninsula Qatar
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ada berbagai macam anjuran yang harus dilakukan sebelum menunaikan salat Idul Adha, termasuk anjuran yang harus dilakukan oleh wanita yang tengah haid atau datang bulan.

Sebelumnya, Kementerian Agama sudah menetapkan 1 Dzulhijjah pada Senin (13/8/2018). Hal tersebut menandakan Perayaan Hari Raya Idul Adha 2018 jatuh pada besok, Rabu (22/8/2018).

Saat peryaan Hari Raya Idul Adha, umat muslim seluruh dunia akan menyembelih hewan kurban berupa unta, sapi dan kambing sebagai satu di antara bentuk ibadah.

Selain menyembelih hewan kurban, umat muslim juga melaksanakan ibadah salat id.

Melansir dari konsultasisyariah, Salat Id hukumnya fardhu kifayah, hal tersbut diungkapkan oleh sebagian besar ulama.

Dimana seorang muslim per-individu boleh meninggalkan salat id, tapi lebih baik baginya datang dan berkumpul bersama kaum muslimin untuk melaksanakan salat id.

Salat Id memiliki hukum sunnah mu’akad dimana ibbadah sunah ini sangat ditekankan. Sehingga tidak pantas bagi seorang muslim untuk meninggalkannya tanpa alasan yang syar’i.

Namun, sebagian ulama juga mengatakan bahwa salat id memiliki hukum fardhu ‘ain atau sama seperti salat Jum’at.

Oleh karena itu, bagi setiap muslim laki-laki yang sudah dewasa dan tidak gila serta tidak bepergian, dia tidak boleh meninggalkan salat id.

Dan disunnahkan pula bagi wanita untuk menghadiri salat id dengan menutup auratnya dan tidak memakai wangi-wangian.

Halaman
1234
Penulis: Ilusi
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved