Idul Adha 2018

Khatib Idul Adha Masjid Baitul Muttaqin Bekasi Menyentil Para Pelaku Penipuan Biro Perjalanan Umrah

"Pelaku bisnis tega menipu ribuan tamu Allah yang bermimpi datang ke tanah suci, dana yang mereka (calon jamaah) bayarkan,," kata Iman.

Khatib Idul Adha Masjid Baitul Muttaqin Bekasi Menyentil Para Pelaku Penipuan Biro Perjalanan Umrah
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Pelaksanan Salat Idul Adha Masjid Baitul Muttaqin Bekasi, Rabu (22/8/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Pelaksaan salat Idul Adha di Masjid Baitul Muttaqin, Jalan Sultan Agung, RT06/07, Pondok Ungu, Medan Satria Kota Bekasi berlangsung khidmat, Rabu (22/8/2018).

Pelaksanaan salat Idul Adha 1439 Hijriah kali ini dipimpin langsung oleh Imam Habib Iman Bin Alwi Alhaddad yang juga merangkap sekaligus khatib.

Salat dimulai pukul 07.00 WIB, dalam isi khotbah, wacana tentang kerukunan dan makna saling berbagi dalam perayaan Idul Adha diserukan sang khatib.

Dikatakan, makna berkurban merupakan sebuah ritual yang menggambarkan kesetiaan seorang hamba untuk merelakan apa yang menjadi miliknya untuk dibagikan kepada umat muslim lainnya.

Selain itu, melalui ibadah kurban, setiap muslim juga senantiasa melakukan ritual mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Kurban berasal dari Bahasa Arab, seakar dengan kata taqorub yang artinya mendekatkan diri kepada Allah, setiap yang berkurban akan mendapatkan kebaikan dari setiap helai bulu hewan korbannya," kata khatib dalam isi khotbah di Masjid Baitul Muttaqin.

Melalui kurban juga umat muslim belajar untuk saling peduli dengan sesama, terlebih orang yang tidak mampu. Hukum berkurban merupakan sunnah muakad yang sangat ditekankan bagi yang memiliki rezeki lebih.

OTT Saber Pungli SIM: Ulah Oknum PNS dan Perwira, Barang Bukti Rp 71 Juta, Kapolres Harus Dipecat

Klasemen Sementara Rabu Pagi: Indonesia Masih di Posisi 5 Koleksi 12 Medali, Lampaui Catatan Sejarah

Djoko Santoso Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi: Mantan Panglima yang Pernah Ingin Jadi Presiden

Selain itu, bagi yang berkurban menurut Iman, disamakan dengan yang sedang berhaji, sama-sama berkurban dan menguras pengorbanan, selama berhari-hari berjuang di negeri padang pasir.

"Bagi yang kaya harta mereka sangat ditekankan, agar kelezatan daging kurban bisa dirasakan oleh saudara-saudara kita yang tidak mampu, atau tetangga-tetangga kita," jelas  dia.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved