MRT Targetkan Angkut 173 Ribu Penumpang Perhari saat Beroperasi di Maret 2019
Nantinya akan ada sebanyak 16 rangkaian kereta MRT yang terdiri dari 96 gerbong siap menampung masyarakat DKI Jakarta untuk menjelajahi Ibu Kota
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, THAMRIN - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan beroperasi di bulan Maret 2019 mendatang.
Hal tersebut dikatakan Anies usai meninjau kesesuaian sistem pada kereta MRT di stasiun MRT Bundaran HI Jakarta Pusat.
"Ini kerja besar kita. Bersyukur putra-putra Indonesia terbaik bekerja di tempat ini dan memastikan bahwa program MRT berjalan on scedule, on quality dan insya Allah on budget. Karena nanti bulan Maret 2019 insya Allah MRT ini akan bisa operasional," kata Anies Kamis, (23/8/2018).
Diketahui, MRT ditargetkan akan mengangkut sebanyak 173 ribu penumpang perharinya ketika sudah dioperasikan.
• Jika Jan Ethes Dipanggil Heh Gibran, Reaksi Gibran Rakabuming Mengundang Banyak Tawa
• Rhoma Irama Beberkan Pengalamannya 4 Kali Hampir Dibunuh: Dilempar Pisau hingga Diburu Sniper
Nantinya akan ada sebanyak 16 rangkaian kereta MRT yang terdiri dari 96 gerbong siap menampung masyarakat DKI Jakarta untuk menjelajahi Ibu Kota lewat jalur bawah tanah.
"Sampai hari ini sudah enam rangkaian kereta dan setiap rangkaian itu terdiri dari enam gerbong. Jadi ada 36 gerbong yang sudah tiba di Jakarta per hari ini. Totalnya nanti ada 96 gerbong, terdiri 16 rangkaian kereta," ujar Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta bersama dengan Duta Besar Jepang H.E Masafumi Ishii, dan Direktur Utama PT. MRT Jakarta William telah merasakan langsung naik kereta MRT dari stasiun Lebak Bulus menuju Bundaran HI pagi ini.
Dalam ujicoba kesesuaian sistem tersebut Anies mengaku mendapat pengalaman yang menarik dengan melintasi Ibukota dari bawah tanah.
"Begitu siap kita ajak teman-teman merasakan, karena agak unik (naik MRT). Kita (biasa) menyaksikan Jakarta dari atas, lain sekali pandangannya dan kita harus mulai memikirkan lebih serius penataan di atas kemudian di bawah, juga stasiun-stasiun yang kita datangi memberikan pengalaman yang berbeda," ungkap Anies.