Gempa Lombok

BNPB: Darurat Gempa di Lombok Berakhir, Dilanjutkan ke Fase Pemulihan

Selama masa transisi darurat, bantuan kebutuhan lanjutan yang belum dapat diselesaikan pada saat tanggap darurat dapat diteruskan.

BNPB: Darurat Gempa di Lombok Berakhir, Dilanjutkan ke Fase Pemulihan
Dok BNPB
Tim Kedeputian Rehabiitasi dan Rekontruksi BNPB masih menghitung cepat dampak gempa. Dengan menggunakan basis data per 13/8/2018, kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB mencapai Rp 7,45 triliun. 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Tahap tanggap darurat penanganan gempa Lombok berakhir pada Sabtu (25/8/2018). Hal tersebut disetujui usai rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat Penanganan Gempa Lombok di Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Jumat (24/8/2018).

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyebutkan, hal ini akan dilanjutkan dengan tahap transisi dari darurat ke pemulihan.

"Saat ini masih dibahas periode transisi darurat ke pemulihan untuk penanganan dampak gempa Lombok. Selanjutnya akan ditetapkan oleh Gubernur NTB melalui surat keputusan penetapan transisi darurat ke pemulihan penanganan dampak gempa Lombok," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu  (25/8/2018).

Selama masa transisi darurat, bantuan kebutuhan lanjutan yang belum dapat diselesaikan pada saat tanggap darurat dapat diteruskan.

Mulai untuk tempat hunian masyarakat bagi rumah yang hancur dan hilang akibat longsor, pembersihan puing masih dilakukan di beberapa daerah terdampak, termasuk permintaan warga secara door to door yang dilayani untuk melaksanakan pembersihan.

Ia menyebutkan, distribusi air bersih dilakukan karena ada beberapa dusun di Desa Sokong melalui Orari melaporkan belum menerima air bersih.

"Di Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat ada 123 KK yang sudah seminggu ada tangki air namun belum mendapatkan air bersih karena belum bisa dijangkau oleh mobil tangki," ujarnya.

Sutopo bilang, Klaster Kesehatan melaporkan 21.328 pasien dampak gempa Lombok sudah ditangani oleh Tim Pelayanan Kesehatan TNI. 

Jumlah pasien yang sakit dampak gempa Lombok di Kabupaten Lombok Utara juga terus berkurang. Pelayanan kesehatan sendiri akan terus digelar untuk memberikan layanan kesehatan dan perlindungan pada masyarakat.

Dari Klaster Pemulihan Sarana Prasana pembersihan puing dan lingkungan di jalan-jalan protokol, perempatan besar, dan konsentrasi massa, terutama di Simpang Pemenang yang perlu segera dirapikan dan diperbaiki, serta pembangunannya dipercepat.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved