Remaja Perokok dan Terbiasa Minum Alkohol Berpotensi Memproduksi Bayi Sumbing

terjadi pergeseran trend penyebab lahirnya bayi terlahir dalam keadaan bibir sumbing

Remaja Perokok dan Terbiasa Minum Alkohol Berpotensi Memproduksi Bayi Sumbing
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Penyerahan rekor MURI kepada Rumah Sakit Siloam karena telah mengoperasi 250 pasien bibir sumbing dalam satu hari, Minggu (26/8/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWACI - Remaja yang terbiasa merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol berpotensi untuk membuat keturunannya lahir dalam keadaan bibir sumbing dan langit mulut bolong.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial (PABMI), Muhammad Syafruddin, terjadi pergeseran trend penyebab lahirnya bayi terlahir dalam keadaan bibir sumbing.

Pada sebelumnya faktor genetik dan lingkungan diduga menjadi penyebab utama bayi terlahir sumbing namun, calon orang tua perokok dan rajin mengonsumsi alkohol juga menjadi faktor terbaru.

"Malah sekarang trendnya bergeser, pengaruh lifestyle pada anak usia subur bukan pada usia kandungan. Misal dimasa SMA mulai terpapar rokok dan kehidupan macam-macam, minum minuman alkohol itu pengaruh kepada generasi dia," papar Syafruddin di Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/8/2018).

Ia melanjutkan, penanganan terbaik pada bayi yang terlahir sumbing adalah tiga bulan dari kelahiran sedangkan, untuk langit-langit mulut yang bolong itu adalah satu setengah tahun.

Namun, ujar Syafruddin, itu semua tergantung dari kondisi gizi dan pertumbuhan si bayi.

Tak Bisa Keluar Hotel Lantaran Dihadang Massa, Ahmad Dhani: Ini yang Mendemo yang Bela Penguasa

"Bagaimana kondisi di lapangan. Kalau ternyata enam bulan belum dioperasi, ada yang dua tahun belum dioperasi ada. Semua dapat ditangani," papar dia.

Dokter Andi Setiawan Budirahardja, Ketua Tim Dokter Siloam Cleft Center mengatakan, sekira 8000 bayi di Indonesia lahir dalam keadaan bibir sumbing dan langit-langit mulut bolong.

"Bibir sumbing merupakan kondisi cacat khusus yang menyebabkan ketidaksempurnaan pada struktur bibir atau bagian langit-langit mulut. Setiap tahun ada sekitar 8000 bayi di lndonesia lahir dengan bibir sumbing, meliputi celah bibir, celah langit-langit mulut atau pun kombinasi," jelas dia.

Sebelumnya, Rumah Sakit Siloam yang tersebar di seluruh Indonesia melakukan operasi bibir sumbing serentak kepada 250 pasien dalam sehari, hingga pecahkan rekor MURI.

Operasi tersebut dilakukan pada Sabtu (11/8/2018) bekerja sama dengan Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) dengan menerjunkan 45 dokter spesialis ahli bedah mulut.

"Seluruh operasi dilakukan tanpa dipungut biaya, diantaranya adalah operasi celah bibir, celah langit-langit mulut, koreksi bibir, dan hidung sekunder," jelas Andi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved