Breaking News:

Polisi Boyong Musikus Fariz RM ke Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido

Polisi memboyong Fariz RM ke Balai BNN di Lido, Kabupaten Bogor, untuk menjalani proses assesment, Senin (27/8/2018) sore.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Fariz RM hendak dibawa ke Balai Besar Rehabilitasi BNN di Lido, Bogor, Senin (27/8/2018) dari Mapolres Metro Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polisi memboyong Fariz RM ke Balai BNN di Lido, Kabupaten Bogor, untuk menjalani proses assesment, Senin (27/8/2018) sore.

Musikus kawakan yang memiliki nama lengkap Fariz Rustam Munaf ini kembali tertangkap polisi karena menggunakan narkotika jenis sabu belum lama ini. 

Fariz RM dikawal sejumlah anggota Satnarkoba Polres Metro Jakarta Utara turun dari lantai 5 Polresta Metro Jakarta Utara mengenakan kaus serta topi hitam.

Saat berjalan menuju mobil Fariz RM terlihat tidak diborgol. Pencipta lagu 'Barcelona' itu tidak berbicara banyak kepada media.

"Baik, baik," ucap Fariz kepada wartawan yang menanyakan kabarnya.

Fariz RM pada Jumat (24/8/2018) lalu ditangkap oleh anggota Satnarkoba Polres Metro Jakarta Utara atas dugaan kasus penyalahgunaan narkotika.

Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti dua plastik sabu seberat 0,9 gram, sembilan butir tablet Xanax, dua butir tablet Dumolit, dan sebuah alat hisap sabu.

Dirinya pun telah mendekam selama dua hari sejak Sabtu (25/8/2018) lalu di tahanan Polres Metro Jakarta Utara.

Fariz dibawa ke Balai Besar BNN Lido atas rekomendasi dari BNNK Jakarta Utara.

"Nah setelah kita lakukan penahanan dalam masa penahanan itu si tersangka ini kan kita assesment. Nah akhirnya rekomendasi dari BNNK Jakarta Utara sehingga kita bawa untuk direhab," kata Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Aldo Ferdian kepada TribunJakarta.com.

Sebagai informasi, penangkapan Jumat lalu merupakan yang ketiga kalinya atas kasus serupa.

Fariz RM sebelumnya pernah ditangkap dua kali, yakni pada tahun 2007 dan 2015 dengan kasus serupa.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved