Warkop di Tangerang Diduga Dijadikan Tempat Praktik Prostitusi Terselubung
pemilik warung berinisial YR (45) yang juga turut diamankan awalnya mengelak tempat usahanya digunakan untuk praktik prostitusi
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, RAJEG - Praktik prostitusi di Kabupaten Tangerang semakin menjamur, bahkan kali ini berkedok warung kopi
Sebuah warung kopi di Jalan Raya Kukun Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, disinyalir membuka praktik esek-esek.
Penyamaran itu terkuak ke permukaan setelah polisi mendapatkan laporan dari warga Rajeg yang terganggu karena sering bermunculan wanita-wanita berpakaian seksi.
"Dari laporan tersebut, petugas dari Polsek Rajeg langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan," ujar Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif saat dikonfirmasi di Tangerang, Senin (27/8/2018).
Saat digerebek, jajaran Polsek Rajeg pun memergoki sepasang pria dan wanita sedang berhubungan intim di dalam sebuah bilik pada Senin (27/8/2018) sekira pukul 02.00 WIB.
Sepasang pria dan wanita tidak sah tersebut diketahui berinisial E (34) dan K (30).
• Puspa Arumsari Peraih Medali Emas di Asian Games 2018 Dikenal Sebagai Gadis Tomboi Sejak Kecil
"Keduanya terjaring razia operasi penyakit masyarakat yang menyasar dugaan praktik prostitusi dan peredaran minuman keras, dan tidak dapat menunjukan surat nikah," jelas Sabilul.
Pasalnya, mereka membantah telah melakukan hubungan suami istri, namun polisi tetap menahan keduanya lantaran berduaan di dalam satu kamar.
"Di dalam warkop tersebut juga didapati empat orang wanita dan empat orang pria yang tengah asik ngobrol sembari di mejanya ada beberapa botol miras," lanjut Kapolres.
Sementara menurut Kapolsek Rajeg, AKP Bambang Supeno mengatakan, para perempuan yang diamankan tersebut diduga mereka menjajakan diri di warkop tersebut.
"Dugaan memang keaarah sana. Pemilik warung dan anak buahnya sama-sama kami amankan," ujar Bambang saat dikonfirmasi.
Dari pemeriksaan, diketahui perempuan mayoritas berasal dari Pandeglang dan empat pria hidung belang tersebut berasal dari Karawang.
Kata Bambang, pemilik warung berinisial YR (45) yang juga turut diamankan awalnya mengelak tempat usahanya digunakan untuk praktik prostitusi.
Ia melanjutkan akan menyapu bersih praktik prostitusi di wilayah hukumnya.
"Dua orang yang ditemukan di dalam kamar mengindikasikan ada dugaan praktik prostitusi di sana. Kita dalami dan kita tidak main-main dengan ini, atas perintah Kapolres, pasti kita bersihkan," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/warung-kopi_20180827_195941.jpg)