Pilpres 2019

Masyarakat Bisa Kurang Simpatik ke Gerakan #2019GantiPresiden, Ini Anjuran Bawaslu

Pemilih bisa tak suka dengan para aktivis gerakan #2019GantiPresiden, alih-alih berupaya menarik simpati masyarakat justru antipati.

Editor: Y Gustaman
Grafis Tribun Jakarta / TribunJakarta.com - Suci Febriastuti
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang juga inisiator dari gerakan #2019GantiPresiden di Patung Kuda Kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (6/5/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA — Pemilih bisa tak suka dengan para aktivis gerakan #2019GantiPresiden, alih-alih berupaya menarik simpati masyarakat justru antipati lantaran gerakan tersebut kerap menyulut kericuhan.

Demikian disampaikan Komisioner Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Fritz Edwar Siregar menanggapi banyaknya penolakan warga di sejumlah kota menyikap gerakan #2019GantiPresiden yang menuai gesekan.

"Takutnya nanti masyarakat tidak respons positif, tapi negatif responsnya terhadap calonnya karena telah melakukan sesuatu yang menyebabkan ricuh atau yang membuat masyarakat kurang simpatik terhadap kegiatan seperti ini (#2019GantiPresiden)," ujar Fritz di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Ia malah meminta pendukung masing-masing pasangan bakal capres dan cawapres yang sudah didaftarkan partai pengusung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) menahan diri hingga tiba masa kampanye pada 23 September nanti.

Ia pun meminta partai politik pengusung kedua pasangan calon untuk meredam emosi massa akar rumput di semua daerah dan menahan diri hingga waktu kampanye tiba.

"Maka ini adalah kerja sama yang harus dilakukan banyak pihak termasuk parpol dan kelompok masyarakat. Kan 23 September sebentar lagi, itu masa kampanye untuk melakukan kegiatan itu (kampanye)," lanjut dia.

Belakangan ini terjadi konflik antara masyarakat pendukung dan penolak gerakan #2019GantiPresiden di berbagai daerah. Aparat keamanan sampai harus membubarkan atau membatalkan kegiatan ini untuk menekan potensi konflik yang berkepanjangan di dalam masyarakat.

Gerakan #2019GantiPresiden pertama kali diinisiasi oleh Mardani dan Neno Warisman di Jakarta. Ada dua pasangan capres-cawapres yang akan bertarung dalam Pilpres 2019, yakni petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Bawaslu: Alih-alih Menarik Simpati, Gerakan #2019GantiPresiden Bisa Timbulkan Antipati

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved