Polisi Amankan 91 Siswa SMK yang Hendak Tawuran di Tangerang

91 siswa tersebut pun terdiri dari tiga SMK di Kota Tangerang yakni, SMK Yupentek 68, SMK 4, SMK 2 Kota Tangerang

Polisi Amankan 91 Siswa SMK yang Hendak Tawuran di Tangerang
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIUWUNG - 91 siswa yang masih duduk di Sekolah Menengah Kejuruan kawasan Tangerang terciduk sedang merencanakan tawuran.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Eliantoro Jalmaf mengatakan, kejadian terungkap sekira pukul 19.00 WIB saat 91 siswa tengah melintas di kawasan Jatiuwung.

Ia pun mengaku mendapatkan laporan tersebut dari ojek online yang sedang mencari rejeki di Jatiuwung.

"Pukul 19.00 WIB datang temen-temen dari ojol yang memberitahu ada sekumpulan anak sekolah yang di indikasi bawa senjata tajam bergerombol ingin mau tawuran. Ada 91 siswa," jelas Eliantoro di Mapolsek Jatiuwung, Rabu (29/8/2018).

Mendapati laporan tersebut, jajaran Polsek Jatiuwung langsung mendatangi TKP dikawasan Jatiuwung dan mendapati mereka sedang berkerumun dalam skala besar.

Menurut Kapolsek, 91 siswa tersebut tengah pulang dari kawasan Balaraja, dekat pintu tol Cikupa setelah gagal menyalurkan niatnya untuk tawuran.

"Jadi mereka memang dapat undangan untuk tawuran di daerah Balaraja, namun tidak jadi dan hendak balik ke Kota Tangerang jalan kaki," jelas Kapolsek.

Dari penyelidikan, jajarannya tidak menemukan senjata tajam dalam gerombolan mereka.

Jalankan Tugas Sesuai Perintah Ahok, Kadis SDA Bingung Dirinya Jadi Tersangka

"Kami mengindikasikan sajam (senjata tajam) sudah dibuang ditengah jalan sebelum melewati kawasan Jatiuwung," sambung Eliantoro.

91 siswa tersebut pun terdiri dari tiga SMK di Kota Tangerang yakni, SMK Yupentek 68, SMK 4, SMK 2 Kota Tangerang.

Langkah selanjutnya, Eliantoro menjelaskan, akan memanggil pihak sekolah dan orang tua yang bersangkutan untuk mengadakan mediasi dan pembinaan.

Di waktu yang bersamaan, Camat Jatiuwung, Dadang mengatakan akan melakukan penyuluhan kedepannya di sekolah-sekolah di wilayahnya.

"Nantinya kami akan menggerakkan lurah-lurah untuk ikut apel pagi disetiap sekolah di Jatiuwung untuk mengimbau anak-anak kami untuk tidak melakukan hal semacam ini," ujar Dadang.

Dari pantauan di lokasi, 91 siswa tersebut sedang dikumpulkan di Mapolsek Jatiuwung untuk melakukan pendataan hingga pukul 22.00 WIB.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved