Polisi Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi Jalan Nangka

ia enggan merinci apakah sertifikat tanah warga yang tanahnya digunakan untuk pelebaran Jalan Nangka sudah disita atau belum

Polisi Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi Jalan Nangka
TribunJakarta.com/Muslimin Trisyuliono
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail usai menjalani pemeriksaan di ruang Unit Kriminal Khusus Polresta Depok, Kamis (19/4/2018), terkait proyek pelebaran jalan semasa ia menjabat. TRIBUNJAKARTA.COM/MUSLIMIN TRISYULIONO 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Jajaran Polresta Depok masih mendalami kasus dugaan korupsi yang membuat mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Sekretaris Kota Depok Harry Prihanto menjadi tersangka.

Hal ini dikatakan Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto saat ditemui wartawan di Mapolresta Depok.

Namun ia enggan merinci apakah sertifikat tanah warga yang tanahnya digunakan untuk pelebaran Jalan Nangka sudah disita atau belum.

"Yang jelas bahwa penyidik akan melakukan proses, langkah-langkah penyidikan yang dilakukan untuk melakukan pembuktian. Untuk barang bukti ada keterangan saksi, ahli, dan surat," kata Didik di Mapolresta Depok, Rabu (29/8/2018).

Perihal dugaan keterlibatan Wali Kota Depok M. Idris Abdul Shomad yang pada tahun 2015 menjadi Wakil Wali Kota Depok.

Pengurus RW: Pergub No 81 Bentuk Apresiasi Gubernur kepada Kami

Didik menuturkan Idris tidak termasuk satu dari 80 lebih saksi yang diperiksa Unit Tipikor Polresta Depok.

"Wali Kota Depok saat ini belum (diperiksa). Yang jelas penyidik melakukan pemeriksaan itu kepada orang yang ada kaitannya. Baik dia sebagai saksi, kemudian sebagai pihak yang terkait," ujarnya.

Soal alasan polisi baru mengungkap status tersangka Nur dan Harry meski sudah satu pekan lebih ditetapkan sebagai tersangka.

Didik menyebut hal itu karena teknik dan strategi penyidikan yang dilakukan Unit Tipikor Polresta Depok.

Sedangkan terkait keterlibatan DPRD Kota Depok, Didik menilai penyidik belum menemukan adanya ketidaksesuaian prosedur.

"Saya lihat proses penyelidikan sementara ini, dari DPR sementara ini sudah melakukan proses-proses sesuai prosedur," tuturnya. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved