Usut Kasus 30 Siswa SD Keracunan, Polisi Amankan Botol Susu Hingga Muntah Siswa

polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari mulai botol susu kemasan, hingga muntahan siswa yang alami keracunan

Usut Kasus 30 Siswa SD Keracunan, Polisi Amankan Botol Susu Hingga Muntah Siswa
Tribunnews.com
Ilustrasi keracunan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Aparat Polsek Ciputat yang dibantu Polres Tangerang Selatan (Tangsel), mengusut kasus 30 siswa Sekolah Dasar (SD) Taruna Bangsa yang alami keracunan setelah mengonsumsi susu kemasan kadaluarsa.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, para siswa alami mual dan muntah setelah mengonsumsi susu kemasan yang diberikan pihak produsen susu dalam rangka promosi di sekolah yang berada di Jalan Kayu Manis, Serua, Ciputat, Tangsel, Kamis (30/8/2018).

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho menjelaskan pihaknya telah memeriksa delapan orang yang terkait kejadian itu, dari mulai Kepala Sekolah, wali murid hingga pihak produsen susu kemasan itu.

"Kami sekarang sedang memeriksa sekitar delapan orang," ujarnya di Mapolsek Ciputat, Kamis (30/8/2018).

Penyelidikan awal, AKP Alexander juga mengonfirmsi hal kondisi susu yang kadaluarsa.

Ruddy Gandakusumah Dicopot dari Penjabat Wali Kota Bekasi

"Hasil penyelidikan dari kami, yang tampak pada mata, pada bungkus susu dari yang dikonsumsi anak didik, ada sebagian yang teridentifikasi, terindikasi telah expired, tertulis di bungkusannya sendiri," ujarnya.

Selain pemeriksaan kepada sejumlah pihak, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari mulai botol susu kemasan, hingga muntahan siswa yang alami keracunan.

"Yang kami amankan adalah muntahan, muntahan dari anak didik, bungkus susu yang teridentifikasi telah expired, sampai dengan baju dari para adik-adik kita untuk kami periksakan di Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah)."

"Kita akan berkoordinasi dengan Labkesda yang dimiliki kota Tangerang Selatan, untuk menentukan, formulasi apa, ingredientsnya apa, yang kemudian menyebabkan anak didik muntah yang dapat diidentifikasikan sebagai bahan berbahaya tersebut," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved