Festival Cisadane Jadi Arena Belajar dan Bermain Siswa Kota Tangerang

Di stan Dinas Pendidikan Kota Tangerang yang membuka kelas belajar membuat keterampilan tangan.

Festival Cisadane Jadi Arena Belajar dan Bermain Siswa Kota Tangerang
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Beberapa murid dari berbagai sekolah di Kota Tangerang yang belajar sambil bermain di stan Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Festival Cisadane, Kamis (31/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Acara tahunan Kota Tangerang Festival Cisadane yang diadakan pada dari tanggal 25 Agustus hingga 1 September 2018 mempunyai data tarik sendiri bagi warga Tangerang dan sekitarnya.

Selain anggota keluarga yang sekedar mengabadikan momen disana, ada juga sekelompok orang siswa yang menggunakan fasilitas di beberapa dari 150 stan disana.

Di stan Dinas Pendidikan Kota Tangerang yang membuka kelas belajar membuat keterampilan tangan.

Dari pantauan di lokasi, stan tersebut ramai dikunjungi oleh sejumlah pelajar yang sedang asik bermain.

Koordinator Stan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Harnaini mengatakan, mereka memang telah menerima beberapa pelajar dari SMP, SMK, SMA dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) selama Festival Cisadane berlangsung.

"Tidak kami paksa masuk tapi sekolah-sekolah datang sendiri dan ada yang datang dari kelas keterampilan. Ada kegiatan mute, sulam dan masih ada kegiatannya. Buat aksesoris dan hiasan juga dari linting koran," kata Harnaini saat dijumpai di Festival Cisadane, Kamis (31/8/2018).

Seperti yang dilakukan oleh SMP Islamic Village yang membawa 48 murid dari kelas pelajaran Bahasa Indonesia dan Keterampilan.

Selain melatih keterampilan, mereka juga diajarkan pengetahuan lain terutama informasi mengenai Festival Cisadane.

"Kita mau memberitahukan ke mereka soal budaya dan keterampilan dan kasih tahu kalau di Tangerang lagi ada Fetival Cisadane sekaligus mengajarkan anak-anak biar enggak bosan di kelas," ujar Citra seorang guru di sekolah SMP Islamic Village.

Hal serupa juga dilakukan oleh murid dari SMP dan SMK Citra Nusantara dari unit kegiatan keterampilan disekolah itu.

Menurut guru keterampilan, Frida, ia membawa lima orang sidwa terdiri dari dua siswa SMK, 2 siswa SMP, dan satu alumni untuk bergabung di stan Dinas Pendidikam Kota Tangerang.

"Kalau di sekolah kita wajib ada kegiatan non akademik seperti keterampilan. Jadi murid buat kerajinan seperti ini kita kasih harga silahkan jual terserah nanti hasilnya bisa buat beli bahan dan belajar lagi," terang Frida.

Cibarusah Kekeringan, Bupati Bekasi Ungkap Solusi Jangka Panjang

Bogor Hujan Ringan Siang Ini, Warga Diimbau Bawa Payung

Pilot Lion Air Polisikan 3 Akun Ini Terkait Aksi Neno Warisman di Pesawat, Begini Faktanya

Stan Dinas Pendidikan Kota Tangerang yang berdekatan dengan panggung utama itu juga memajang buah tangan dari siswa-siswa didik SMP, SMK, SMA dan PKBM se-Kota Tangerang.

Hasil tangan tersebut pun dijual dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 550 ribu yakni berupa bunga rotan, kebaya jahitan, aksesoris, pajangan, flower crown, tempat tissue, tempat minuman gelas, kaligrafi dan lain-lain.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved