Kadis PUPR Bungkam soal Kasus Dugaan Korupsi Mantan Wali Kota Depok

Berulang kali ia tetap menolak memberi keterangan saat ditemui wartawan di sela sidang Paripurna DPRD Kota Depok

Kadis PUPR Bungkam soal Kasus Dugaan Korupsi Mantan Wali Kota Depok
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Dinas PUPR Kota Depok saat ditemui wartawan di Sukmajaya, Depok, Jumat (31/8/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto Djorghi menolak berkomentar tentang dugaan korupsi pengadaan lahan pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos.

Meski tahun 2015 sudah menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air yang merupakan nama Dinas PUPR sebelumnya.

Berulang kali ia tetap menolak memberi keterangan saat ditemui wartawan di sela sidang Paripurna DPRD Kota Depok.

"Maaf, maaf. Silakan tanya penyidik. Ini sudah masuk ranah hukum. Penjelasan sudah saya sampaikan kepada penyidik. Silakan tanya penyidik," kata Manto sembari mengangkat kedua tangannya di Sukmajaya, Depok, Jumat (31/8/2018).

Padahal sejumlah warga RT 03/RW 01 Kelurahan Sukamaju Baru menyebut adanya kejanggalan dalam proyek pengadaan lahan.

Diantaranya karena warga yang menyetujui rumahnya digunakan untuk pelebaran harus mengira-ngira bidang tanah seluas enam meter yang digunakan dalam proyek pelebaran Jalan Nangka.

"Kami dikasih waktu bongkar bangunan sendiri, tapi enggak dikasih tahu enam meter itu sampai mananya. Kata orang PU (Dinas PUPR) kami disuruh kira-kira sendiri bidang tanah yang kena pelebaran. Nah kami bingung, masa kami yang harus mengukur," ujar Amsari, Jumat (31/8/2018).

Timnas Korea Selatan Kalahkan Jepang di Final Sepakbola Asian Games 2018

Seorang warga lain yang rumahnya terkena proyek, Sofiyah (63) mengaku sempat tak ingin menandatangani uang ganti rugi.

Namun saat dipanggil ke kantor Dinas PUPR untuk menandatangani penerimaan uang ganti rugi dalam bentuk tabungan Bank BJB.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved