Enggan Kepanasan saat Aktivitas di Luar Ruang? Pakai Topi Ini

Selain sebagai aksesoris, topi berfungsi sebagai pelindung dari terik sinar matahari saat aktivitas di luar ruangan.

Enggan Kepanasan saat Aktivitas di Luar Ruang? Pakai Topi Ini
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Malisi (60) menunjukkan topi rimba dagangannya di Sukmajaya, Depok, Minggu (2/9/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Topi Rimba Jadi Incaran Pekerja Lapangan

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Selain sebagai aksesoris, topi berfungsi sebagai pelindung dari terik sinar matahari saat aktivitas di luar ruangan.

Malisi (60), pedagang kaki lima di kawasan Sukmajaya, Depok, mengatakan topi rimba paling banyak dibeli pekerja lapangan.

"Orang lapangan paling sering membeli topi rimba, ada yang juga bilang namanya topi lapangan. Bentuknya lebar, menutupi seluruh kepala sampai leher," kata Malisi kepada TribunJakarta.com di Sukmajaya, Depok, Minggu (2/9/2018).

Pria yang sehari-harinya berdagang topi di depan kantor PDAM Sukmajaya ini menjual dua jenis topi rimba di lapaknya.

Jenis yang tidak tahan air berwarna polos seharga Rp 25 ribu, dan jenis yang tahan air bercorak loreng seharga Rp 30 ribu.

Pekerja lapangan yang kerap membeli topi rimba seperti pekerja proyek dan pedagang kaki lima keliling.

"Ada dua jenis, yang tahan air sama yang enggak tahan air. Tapi ini bukan kualitas yang bagusnya ya. Kalau yang bagus adanya di toko-toko perlengkapan outdoor. Kalau saya kan pedagang kaki lima, topi yang harganya di atas Rp 50 ribu saja lakunya susah," ujar dia.

Di musim panas, tak jarang pembeli yang membeli dalam jumlah lebih dari satu guna menunjang keperluannya.

Pembeli dalam jumlah lebih dari satu itu umumnya merupakan pimpinan dari satu kelompok pekerja.

"Yang beli banyak itu biasanya ketua atau komandan regunya lah. Belum lama ini ada dari PLN yang beli sampai 15 topi. Kata dia topinya untuk dibagiin ke anak buahnya," tutur Malisi.

Malisi sehari-harinya berdagang sejak pukul 06.30 WIB hingga 12.00 WIB dengan omzet sekira Rp 100 ribu per harinya.

Omzet tersebut baru melonjak hingga Rp 500 ribu kala musim panas melanda dan terik matahari terasa lebih menyengat.

Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved