Sebulan Lebih Dipasang, Aerator Nano Bubble Berdampak Positif Tingkatkan Kadar Oksigen di Kali Item

Anto menjelaskan, kandungan oksigen di air Kali Item meningkat setelah dipasangnya enam aerator tersebut

Sebulan Lebih Dipasang, Aerator Nano Bubble Berdampak Positif Tingkatkan Kadar Oksigen di Kali Item
KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya untuk menghilangkan bau dan warna hitam aliran Kali Item yang berada di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Anto Tri Sugiarto menyebut, terpasangnya enam alat aerator nano bubble oleh LIPI dan Kementerian Lingkungan Hidup di Kali Item memiliki dampak positif.

Menurutnya, aerator yang telah dipasang sejak tanggal 2 Agustus lalu telah menaikkan kandungan oksigen di dalam air kali tersebut.

"Ohiya ada (hasilnya). Hasilnya bagus, hasil analisa alat aerator ini juga bagus. Kita juga sedang sampling lagi untuk analisa lebih lanjut," kata Anto, Senin (3/9/2018).

Anto menjelaskan, kandungan oksigen di air Kali Item meningkat setelah dipasangnya enam aerator tersebut. Yang semula di bawah 2 miligram per liter, kini mencapai 5 miligram per liter.

Naik Bus PPD, BSD - Bandara Soekarno-Hatta Ditargetkan Hanya Memakan Waktu 1 Jam

Jumlah itu, menurut Anto, jauh lebih baik. Pasalnya, 5 miligram per liter oksigen sudah di atas besaran normal, yakni 4 miligram per liter.

"Secara batasan air itu kan 8 (miligram per liter) itu udah paling top, karena secara alami oksigen cuma bisa segitu di air kalo udaranya panas sih lepas. Makanya di angka 5 itu sudah sangat tinggi," kata Anto.

Anto menambahkan, memasuki musim penghujan ini, upaya pengurangan bau di Kali Item disebutnya akan lebih mudah.

Sebab, aliran air di kali itu akan semakin deras. Itu artinya, tidak akan terjadi penghambatan aliran air yang berpotensi menimbulkan endapan sehingga bau pun muncul.

"Iya, sebenarnya kan karena dia diam ya jadi bau. Kalo airnya mengalir kan tinggal sumbernya aja kalo pembuangan limbahnya tidak masuk terus ya bisa berkurang," terang Anto.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved