Menteri Jonan Pastikan Tak Ada Kenaikan BBM Subsidi Meski Rupiah Melemah

Pemerintah memastikan tak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti minyak tanah, solar dan premium.

Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Warga sedang mengisi bahan bakar di SPBU self service yang terletak di Jalan Pahlawan, Duren Jaya, Kota Bekasi, Minggu (8/4/2018 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan tak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti minyak tanah, solar dan premium.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, menjawab isu bahwa pemerintah bakal menaikkan harga BBM menyusul pelemahan rupiah.

“Pemerintah tidak rencanakan kenaikan harga dalam waktu dekat,” tegas Jonan saat konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Adapun laju rupiah hari ini (4/9/2018) dibuka pada level Rp 14.822 per dolar Amerika Serikat (AS) dan ditutup menyentuh level terendahnya dalam lima tahun terakhir ke posisi Rp 14.935 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (4/9/2018). 

Mengacu Bloomberg, dengan posisi tersebut, depresiasi kurs Rupiah meningkat menjadi 10,18 persen. 

Sementara itu harga harga Prem‎ium penugasan saat ini Rp 6.450 per liter dan Solar subsidi Rp 5.150 per liter, sedangkan harga minyak tanah dan harga minyak tanah yakni minyak tanah 2.500 per liter.

Sedangkan harga BBM non subsidi harganya menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang di SPBU Pertamina di kawasan DKi Jakarta per 1 Juli 2018 Rp 7.800 per liter untuk pertalite, pertamax Rp 9.500 per liter, lalu pertamax turbo Rp 10.700 per liter, pertamina dex Rp10.500 liter dan Dexlite Rp 9.000 per liter.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved