Breaking News:

Nike Diboikot di Amerika Serikat, Ternyata Ini Penyebabnya

Gelombang protes warga AS memboikot Nike ini ternyata dipicu oleh keputusan Nike menjadikan atlet kontoversial sebagai bintang iklan terbaru mereka.

business insider/TribunJabar.id
Pemain sepak bola Amerika dari klub San Francisco 49ers, Colin Kaepernick (kanan) berlutut saat mendengarkan lagu kebangsaan AS, The Star Spangled Banner 

TRIBUNJAKARTA.COM - Perusahaan sepatu asal Oregon, Amerika Serikat, Nike, dihantam aksi gelombang protes cukup masif di Amerika Serikat.

Sejumlah warga Amerika Serikat, mengunggah tagar boikot Nike di media sosial.

Tak sedikit pula yang mengunggah foto dan video aksi yang lebih ekstrem, merusak atau bahkan membakar sepatu Nike mereka.

Kicauan memboikot Nike di Twitter.
Kicauan memboikot Nike di Twitter. (dailymail.co.uk)
 

Seruan memboikot Nike terjadi beberapa jam setelah Nike merilis iklan yang menggandeng pemain NFL atau American Football, Colin Kaepernick.

Aksi bakar sepatu Nike
Aksi bakar sepatu Nike (dailymail.co.uk)

Dalam iklan yang memasang foto wajah Colin Kaepernick itu, Nike menyerukan slogan terkenal mereka : Just Do It.

Nike juga menyertakan kalimat : Percayalah pada sesuatu. Meski itu akan mengorbankan segalanya.

Iklan Nike Colin Kaepernick
Iklan Nike Colin Kaepernick (dailymail.co.uk)

Colin Kaepernick dikenal sebagai atlet kontroversial gara-gara selebrasinya saat mendengar lagu kebangsaan Amerika, The Star Spangled Banner diperdengarkan sebelum bertanding.

Ia sebenarnya adalah orang Amerika tulen.

Tapi, Kaepernick menolak berdiri saat melakukan penghormatan ke bendera Amerika Serikat.

Ia malah duduk bersimpuh, dengan satu lutut menempel di tanah.

Padahal, bagi warga Amerika, tidak berdiri saat lagu kebangsaan mereka diperdengarkan, adalah sebuah penghinaan terhadap negara.

Pihak Nike belum memberikan komentar terkait pemasangan iklan ini.

Dua Penggawa Timnas Indonesia U-19 Jajal Sepatu Terbaru Nike PhantomVSN

Nike Perkenalkan Jersey Baru Timnas Indonesia, Begini Tampilannya!

 

Tapi, sebelumnya, petinggi Nike untuk wilayah Amerika Utara, Gino Fisanotti, mengatakan pihaknya mantap memilih Kaepernick sebagai brand ambassador.

"Kami yakin Colin adalalah seorang atlet yang paling menginspirasi saat ini, yang menjadikan olahraga bisa memajukan dunia," kata Fisanotti kepada ESPN.

Hanya beberapa jam setelah iklan itu dirilis, warga Amerika memulai aksi boikot Nike.

Mereka menganggap Nike melindungi seorang pria yang melakukan penghinaan terhadap Amerika Serikat

Protes Rasial

Colin Kaepernick melakukan aksi itu untuk memprotes maraknya berita ketidakadilan terhadap orang kulit hitam di AS.

Sejumlah kasus penindakan polisi terhadap warga kulit hitam di AS, sempat menjadi isu utama.

Termasuk, anggapan bagaimana mudahnya polisi memberikan tindakan hukum kepada warga kulit hitam, sementara tidak bagi warga kulit putih.

Di Amerika, sempat muncul jargon berbau rasial, Black Live Matters untuk memprotes tindakan tersebut.

Untuk menyuarakan pesan masih ada ketidakadilan rasial di Amerika, Colin Kaepernick menolak untuk berdiri, saat mendengar lagu kebangsaan Amerika.

Meski punya banyak dukungan, tapi Aksi Colin Kaepernick ini membuat banyak warga Amerika lain 'panas'.

Termasuk Presiden AS, Donald Trump.

Trump bahkan terang-terangan meminta agar klub NFL memecat pemain yang melakukan selebrasi ini.

Benar saja, karena tak mau tobat, Colin Kaepernick dipecat oleh klubnya.

Tak ada klub NFL yang berani merekrutnya, meski ia adalah seorang pemain paling berbakat di olahraga khas Amerika ini.

Itulah mengapa di iklan bergambar wajah Kaepernick, Nike menulis : Percayalah pada sesuatu. Meski itu akan mengorbankan segalanya. (*) 

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Rakyat Amerika Ramai-ramai Boikot Nike, Ada Apa?

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved