Breaking News:

Pengelolaan Anggaran Sektor Pertanian Dinilai Belum Melenceng dari Hasil Kerja

Hal itu secara data faktual dapat diukur dari capaian kinerja Kementan selama ini di beberapa sektor komoditas yang sukses berproduksi

Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Lahan Pertanian 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai telah optimal mengelola anggaran.

Hal itu secara data faktual dapat diukur dari capaian kinerja Kementan selama ini di beberapa sektor komoditas yang sukses berproduksi.

"Misalnya saja beberapa komoditas pertanian mampu mewujudkan keberhasilan panen sehingga mendukung ekspor untuk menambah pendapatan negara," ujar pengamat kebijakan publik Digipol Strategic Indonesia, Nur Fahmi BP, Kamis (6/9/2018).

Nur Fahmi mengungkapkan, hasil lain kebijakan tepat arah pengelolaan anggaran pertanian bisa dievaluasi dari meningkatnya nilai tukar petani (NTP) baru-baru ini sebagai wujud kesejahteraan petani.

"Lihat saja data yang dirilis BPS terakhir. Lalu menurunnya juga angka penduduk miskin di desa yang mayoritas adalah petani pekerjaannya," ucap Nur Fahmi.

Nur Fahmi menampik tudingan bahwa kebijakan pengelolaan anggaraan di Kementan tidak sesuai arahnya. Sebaliknya, menurut Nur Fahmi, Kementan menempatkan kebijakan alokasi anggaran berdasarkan aturan mekanismenya.

Nur Fahmi mencontohkan, seperti kebijakan penyediaan bantuan alat mesin pertanian yang ditujukan guna membantu kerja petani agar dapat mendorong produksi. Dari sisi pembenahan infrastruktur pertanian juga jelas seperti bertambahnya jumlah irigasi.

Jadi Ketua Tim Kampanye, Jusuf Kalla Mengaku Belum Tahu Kehebatan Erick Thohir di Politik

"Kalaupun ada beberapa komoditas pertanian yang belum maksimal, bukan karena kebijakan pengelolaan anggaran terhadap komoditas itu serampangan. Tapi setiap kementerian punya kebijakan prioritas mana perlu nomor satu untuk ekonomi dan konsumsi publik," kata Nur Fahmi.

Nur Fahmi merasa sampai kini kebijakan clean ministry cukup baik diterapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Nur Fahmi menuturkan, telah menjadi informasi publik bahwa Amran Sulaiman komitmen menggandeng KPK untuk mengawasi kerja kementeriannya.

"Bahkan dalam beberapa hal Amran Sulaiman memecat pegawainya yang baru diduga korupsi," ujar Nur Fahmi.

Sebagai informasi, anggaran Kementan tahun 2018 mencapai Rp 23,82 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk program Kementan, seperti target peningkatan produksi, penurunan angka kemiskan pedesaan, capaian ekspor dan lainnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) triwulan II tahun 2018, sektor produksi pertanian bersama kehutanan dan perikanan menjadi penyumbang tertinggi PDB sebesar 9,93 persen.

Pertanian secara struktur PDB dan pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha triwulan II tahun 2018 (y-on-y) berada di urutan kedua sebesar 13,63 persen.

Baru-baru ini, BPS juga merilis data meningkatnya nilai tukar petani per Agustus 2018 menanjak 0,89 persen dibandingkan Juli. Hal itu membuktikan tingkat kemakmuran petani menguat dengan ukuran kemampuan daya beli.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved