14 Tahun Kasus Pembunuhan Munir Masih Jadi Misteri, Komitmen Pemerintah Dipertanyakan

Yati Andriyani menegaskan bahwa negara belum mampu membongkar konspirasi dalam kejahatan yang menewaskan Munir ini

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Wahyu Aji
Kolase TribunJakarta.com
Pollycarpus dan Munir 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hingga kini, pemerintah dianggap masih memiliki pekerjaan rumah terkait penuntasan kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib.

Direktur Setara Institute Halili mengatakan, pekerjaan rumah itu disampaikannya dalam rangka memeringati 14 tahun pembunuhan Munir.

Munir meninggal dunia dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam pada 7 September 2004.

Setara Institute menilai, penyelesaian kasus Munir harus dilakukan untuk menutup pintu terjadinya tindak kejahatan tanpa dipidana atau impunitas.

Jika tidak diselesaikan, ia khawatir terbukanya peluang kejahatan yang lebih besar untuk lolos dari jeratan hukum.

"Kalau penghukuman berat terhadap kejahatan pembunuhan Munir tidak ada, maka bersiaplah untuk menyambut kejahatan kemanusiaan lain yang lebih besar," kata Halili kepada Kompas.com, Jumat (7/9/2018).

Menurut Halili, pemerintah juga harus menunjukkan komitmennya untuk melunasi janji menyelesaikan kasus Munir.

Ia menyebut kasus Munir sebagai ujian bagi bangsa.

Halili mengatakan, pemerintah harus menunjukkan eksistensi negara dalam melindungi hak dasar warganya.

"Tidak saja dalam bentuk pemenuhan, penghormatan, dan pemajuan, tapi juga dalam bentuk perlindungan dan penegakan hukum," kata dia.

Kekecewaan Istri Munir

Pada tahun ke-14 terbunuhnya aktivis Hak Asasi Manusia, Munir Said Thalib, Suciwati sebagai istri sang aktivis mengaku kecewa.

Pasalnya, pada 29 Agustus lalu, Pollycarpus Budi Priyanto pilot maskapai Garuda yang menjadi tersangka atas kasus pembunuhan Munir, resmi bebas dari penjara.

"Seorang pembunuh bisa mudah lepas dengan dalih berkelakuan baik dan itu memang perlu dilepaskan," ujarnya di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved