Asmara Ahok
Calon Istri Ahok Harus Pintar dan Lebih Muda, Bripda PND Masuk Kriteria
Kisah asmara Ahok tentang wanita pendamping hidup mencari yang usianya jauh. Terpaut 31 tahun jika memang Ahok menikahi Bripda PND.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kisah asmara Ahok tentang seorang wanita pendamping hidup tak lepas dari pengaruh orangtuanya yang memang berbeda usia.
Dalam sebuah wawancara dengan Kompas TV beberapa tahun lalu, pria yang akrab disapa Basuki Tjahaja Purnama itu mengaku menikahi Veronica Tan bukan tanpa alasan.
Beberapa bulan setelah bercerai dari Veronica Tan, Ahok pun mengungkapkan keinginannya menikahi seorang wanita polisi berinisial Bripda PND.
Kembali ke cerita awal, di hadapan Veronica Tan, Ahok mengaku tertantang orangtuanya yang berbeda usia 16 tahun saat menikah.
Suka yang pintar
Ia pun ingin mengikuti jejak ayahnya memperistri wanita yang jauh lebih muda, saat itu di hatinya ada Veronica Tan. Selisih usia keduanya terpaut 9 tahun.
"Kata bapak gue, itu masih kurang lu. Gue sama emak lu beda 16 tahun. Nanti perempuan jadi lebih cepat tua kata bapak gue. Lu baru sembilan tahun? Kalah sama gue kata bapak gue," kata Ahok.
Suka yang pintar
Ia pun ingin mengikuti jejak ayahnya memperistri wanita yang jauh lebih muda, saat itu di hatinya ada Veronica Tan. Selisih usia keduanya terpaut 9 tahun.
"Kata bapak gue, itu masih kurang lu. Gue sama emak lu beda 16 tahun. Nanti perempuan jadi lebih cepat tua kata bapak gue. Lu baru sembilan tahun? Kalah sama gue kata bapak gue," kata Ahok.
Ahok juga suka wanita yang pintar bernyanyi dan bermain musik.
"Gue pikir gini ajalah, ini orang bisa main piano bisa nyanyi, siapa tahu suatu hari gue jadi pendeta, ke kampung ada yang nyanyi ada yang main musik. Habis gue nyanyinya fals main musiknya nggak bener, cari bini yang bisa dong," ujar Ahok saat diwawancarai presenter Kompas TV.
Kriteria lain yang dijadikan bahan pertimbangan Ahok dalam memilih calon istri adalah keindahan fisik.
Orang tua Ahok mempercayai sebuah mitos bahwa sebelum memutuskan memperistri seorang wanita harus lihat hoki kakinya terlebih dahulu.
• Ahok Bakal Menikah Lagi, Adik dan Kakak Angkatnya Kasih Reaksi Begini
• Tiga Jam Daniel Mananta Pelajari Gerak-gerik Ahok di Rutan Mako Brimob
• Berdandan ala Ahok, Daniel Mananta Dipandangi Ahok dari Ujung Kepala sampai Kaki
"Itu kan pelajaran dari emak gue. Kalau mau lihat cewek yang bagus itu lihat dari kakinya dulu, hoki apa nggak. Itu kata emak gue. Okelah, ini betisnya lumayan," ucap Ahok diikuti gelak tawanya.
Kepribadian Ahok terlihat ketika jatuh cinta kepada Veronica Tan pada 1995 melalui sebuah pertemuan di Gereja Kristus Yesus, Pluit, Jakarta Utara.
Saat jatuh hati, Ahok tidak meminta Veronica Tan untuk menjadi kekasih melainkan langsung sebagai istri.
"Diajak kawin langsung, nggak dipacarin," Veronica Tan menimpali.
Selayang pandang Bripda PND
Setelah cerai dari Veronica Tan karena orang ketiga dalam rumah tangganya, Ahok dalam kesenderiannya di balik jeruji besi memutuskan mencari pendamping hidup.
Curahan hatinya itu ia sampaikan kepada Djarot Saiful Hidayat.
Mantan wakil gubernur DKI Jakarta yang kemudian menggantikan Ahok sebagai gubernur punya peran di balik hubungan asmara antara Ahok dan Bripda PND.
Singkat cerita, Djarot disebut-sebut sebagai mak comblang keduanya.
Puput diketahui sebagai salah satu alumni SMAN 88 Jakarta tahun 2015.
Jika merunut kriteria Ahok di atas, Bripda PND dikenal pintar selama di sekolah.
Selisih umur mereka pun sangat jauh, sekitar 31 tahun.
Ahok lahir pada 29 Juni 1966 dan kini usianya menginjak 52 tahun. Sementara Bripda PND masih berusia 21 tahun.
Bripda PND pernah mengenyam pendidikan di SMA Negeri 88 Jalan Sawo, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Hal itu dibenarkan langsung Sari Rahayu, mantan Wali Kelas Bripda PND.
"Saya tahu karena saya sendiri wali kelasnya ketika Puput kelas II," kata Sari kepada Warta Kota, Jumat (7/9/2018).
Semasa sekolah, Bripda PND dikenal rajin. Bripda PND dan rekan-rekannya menganggap Sari Rahayu seperti ibu sendiri.
Bripda PNS tergolong anak yang pintar dan menojol di kelasnya yang ketika itu mengambil jurusan IPA.
"Dia kan jurusan IPA. Nilainya bagus, soalnya mata pelajaran yang diminati saya rasa anak IPA itu kebanyakan Biologi," ucap dia.
Lulus masuk IPB
Prestasi menonjol Bripda PND saat di SMA Negeri 88 Jakarta tak usah diragukan lagi.
Ia diketahui lolos SNMPTN 2015 dan diterima di Institut Pertanian Bogor jurusan Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat.
Tampaknya, ia tak mengambil IPB dan memilih masuk pendidikan Bintara Polri 2015.
Apabila dikomparasikan dengan pangkatnya sekarang, Bintara Polri lulusan 2015 dan 2016 memang masih berpangkat Bripda.
Kenaikan pangkat Bintara Polri terjadi dalam siklus per empat tahun sekali.
Kepala SMAN 88 Jakarta, Susilo Hartono, mengakui banyak siswanya menjadi polisi.
"Memang banyak lulusan kami yang jadi polisi," kata Susilo ketika dihubungi Warta Kota, Kamis (6/9/2018). (Tribunnews.com/Warta Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bripda-puput-nastiti-devi-dan-veronica_20180907_071509.jpg)