Pelihara Tarantula Bisa Pacu Adrenalin, Ini Buktinya

Meskipun baginya tetap ada rasa takut, karena tarantula bisa menggigit dan memiliki racun atau bisa.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Lapak pemelihara tarantula di Indo Pet Expo 2018, ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/9/2018). 
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, ICE BSD - Kamu sedang mencari hewan peliharaan yang unik?
Silakan coba memelihara tarantula maka adrenalin kamu akan terpacu. 
Paling tidak hal itu yang diungkapkan Sutanda, atau lebih akrab disapa Sun. 
Ia memelihara tarantula yang tergabung dalam komunitas 'Eight Legged'. 
Pria yang sudah enam tahun memelihara tarantula mengaku senang dengan efek yang memacu adrenalin saat bermain dengan hewan peliharaannya itu.
Meskipun sebenarnya tarantula tergolong pasif, bagi Sun, memindahkan hewan itu dari kandangnya ke wadah lain menjadi permainan tersendiri.
Ia harus berhati-hati.
Meskipun baginya tetap ada rasa takut, karena tarantula bisa menggigit dan memiliki racun atau bisa. 
"Wah itu memacu adrenalin itu bang," ujar Sun saat komunitasnya membuka lapak di Indo Pet Expo 2018, ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang itu, Sabtu (8/9/2018). 
Sun mengatakan memelihara tarantula tak perlu usaha yang besar alias tidak ribet. 
Tarantula cukup diletakkan di kandang dengan alas serbuk sabut kelapa dan diberi semacam batang kayu tempatnya melata dan bersembunyi. 
Aksesoris kandang harus disesuaikan dengan jenis tarantula. 
"Kalau ini yang biasanya di bawah tanah, ya bikinin kaya lobang gitu," ujar Sun. 
Ia juga memaparkan, tarantula cukup murah dalam pemberian pakan. 
Hewan berkaki delapan itu cukup makan dua atau tiga hari sekali. 
Sekali memberi makan, cukup dikasih dua sampai tiga ekor jangkrik. 
Sun mengatakan salah satu kekurangan memelihara tarantula, adalah karena sifatnya yang pasif, tak seperti kucing atau anjing yang bisa diajak bermain. 
Sun biasa menikmati peliharaannya itu haya dengan melihatnya. 
"Paling saya susun sembilan kandang tarantula saya, saya lihati satu-satu," ujarnya. 
Ia juga mengatakan tarantula mulai ramai sebagai hewan peliharaan di Indonesia sejak tahun 2009.
Namun seiring waktu, dari 2010 hingga saat ini, penyuka tarantula mulai banyak. 
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved