Jokowi Bertolak ke Korea Selatan, Fahri Hamzah Minta Presiden Buat Keputusan Radikal untuk KPK

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah minta Presiden Jokowi membuat keputusan radikal untuk KPK.

Jokowi Bertolak ke Korea Selatan, Fahri Hamzah Minta Presiden Buat Keputusan Radikal untuk KPK
TribunWow.com
Kolase Jokowi dan Fahri Hamzah 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil ketua DPR Fahri Hamzah menitip pesan kepada Jokowi yang berpergian ke Korea Selatan pada Minggu (9/9/2018).

Pesan tersebut ia sampaikan melalui laman Twitter pribadinya.

Fahri meminta agar Jokowi mempelajari sejarah pemberantas korupsi di Korea Selatan, terutama sejarah Korean Independent Commision Against Corruption (KICAC) yang berganti menjadi Anti Corruption and Human Right Commision (ACRC).

Menurut Fahri, ACRC merupakan gabungan banyak lembaga termasuk Ombudsman.

Fahri menegaskan, Jokowi tak boleh terlalu lama membiarkan negara di keadaan darurat korupsi.

"Karena kalau ia, maka artinya presiden gagal memberantas korupsi. Presiden akan ditagih rakyat. Maka sekarang ambillah keputusan yang radikal," bebernya.

Hanya di Indonesia, lanjut Fahri, darurat korupsi menjadi kesibukan sebuah lembaga.

"Presiden sendiri tidak menyebut darurat melihat begitu merata “tangkapan KPK” sehingga semua partai dapat disebut sebagai lumbung koruptor menurut cap yang dibuat KPK," imbuhnya.

Fahri pun membahas soal KPK menangkap hampir semua anggota legislatif Kota Malang.

Kemudian, ada juga yang mempersoalkan tiket #AsianGames2018 tapi diam setelah dibantah wakil presiden.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved