Breaking News:

Kecelakaan di Sukabumi

Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Maut di Sukabumi: Teriakan Penumpang dan Tak Ada yang Menolong

Asryad mengaku bersyukur kepada Maha Kuasa masih memberikan kesempatan hidup. Mengingat, kejadian tragis yang dialaminya di Sukabumi.

Editor: Wahyu Aji

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Arsyad (49) ialah salah satu korban yang selamat saat bus milik pihak Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) yang ditumpanginya, terjun ke jurang sedalam lebih dari 100 meter, di Bukit Cisarakan RT 009 RW 004, Kampung Cisarakan, Desa Buniwangi, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018).

Asryad memaparkan, bersyukur kepada Maha Kuasa masih memberikan kesempatan hidup.

Mengingat, kejadian tragis yang dialaminya di Sukabumi, kata Arsyad, bikin merinding.

"Awal berangkat, yak ada perasaan apa-apa ya. Namanya guru-guru se-Jakarta Barat, itu reuni. Lasti mikirnya yang senang-senang saja. Kami yang ada didalam bus itu dulu sama-sama ikut pelatihan guru. Ngumpul lagi ceritanya, sambil wisata dan menambah ilmu kebudayaan, yang ada di Sukabumi. Tapi ternyata, berakhir kayak begini pak," ucap pria bertubuh gemuk dengan wajah dan kaki yang penuh memar dan luka, di rumahnya di Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (9/9/2018).

 Arsyad bercerita, kondisi perjalanan menuju ke Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu, sang sopir ini melintas di jalur yang dikatakan Arsyad sangat gelap gulita, curam dan licin serta banyak akan tinkungan tajam.

Suasana, yang awalnya riang gembira sontak berubah menjadi tegang.

"Jalan di sana itu meliak-liuk. Tikungannya itu, waduh.. Patah. Belokannya sudah tajam, jalan kondisi gelap dan curam sekali malah. Kondisi di dalam bus tadinya riang gembira, langsung berubah tegang karena memang kondisi jalan yang buat kami itu, betul-betul menyeramkan. Ditambah mengerikan lagi, kondisi jalan basah karena hujan, sempit lagi. Hanya memuat satu mobil lah," ucap Arsyad.

Ketegangan di dalam bus, sontak berubah jadi ketakutan dalam perjalanan.

Hati penumpang yang ada didalam bus dari tenang berubah jadi was-was.

Benar saja, malam itu merupakan tragedi yang tak akan dilupakan oleh Arsyad.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved