Pengunjung Minta Pedagang di Kawasan Wisata Jembatan Cinta Tarumajaya Ditata

Kawasan wisata Jembatan Cinta Tarumajaya, Kabupaten Bekasi belakang ini mulai dilirik warga Bekasi dan sekitarnya.

Pengunjung Minta Pedagang di Kawasan Wisata Jembatan Cinta Tarumajaya Ditata
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Akses menuju Jembatan Cinta Tarumajaya Bekasi dipenuhi pedagang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TARUMAJAYA - Kawasan wisata Jembatan Cinta Tarumajaya, Kabupaten Bekasi belakang ini mulai dilirik warga Bekasi dan sekitarnya.

Setiap akhir pekan atau hari libur, banyak warga yang menyempatkan diri mengunjungi objek wisata yang berada di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Kampung Palijaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Jembatan Cinta merupakan sebuah jembatan dermaga untuk memudahkan proses restorasi mangrove di muara perairan Kabupaten Bekasi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi belakang ini mulai gencar mempromosikan kawasan tersebut sebagai objek wisata alam.

Jembatan dermaga pun di cat warna warni agar terlihat cantik dan menumbuhkan daya tarik.

Selain itu, dikawasan wisata tersebut, warga juga bisa bersantai di beberapa saung sambil menikmati hamparan hutan mangrove.

Namun semakin meningkatnya jumlah pengunjung membuat warga sekitar mulai memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membuka lapak-lapak dagangan di jalur menuju Jembatan Cinta.

Yayah salah satu pengunjung asal Tambelang, Kabupaten Bekasi mengatakan, seharusnya lapak-lapak pedagang ditata agar terlihat lebih rapih.

Pasalnya saat ini, lapak pedagang kata Yayah, hampir menutupi pintu masuk jembatan hingga mengurangi kecantikan Jembatan Cinta.

"Waktu dulu pernah saya kesini belum terlalu banyak pedagangnya, kita juga masih bisa foto di depan jembatan, sekarang udah susah udah banyak pedagang," kata Yayah, Selasa (11/9/2018).

Hal yang sama juga dirasakan Dedeh, pengunjung asal Cibitung itu juga merasa, kehadiran pedagang seharusnya bisa ditata jangan sampai menutupi objek utama jembatan Cinta.

"Kalau di sepanjang jalur jembatan si emang gak terlalu banyak, tapi pas mau masuk ke jembatannya jarak pedagang udah terlalu deket, agak ketutup gitu sama terpal-terpal pedagang jadi kurang bagus," imbuhnya.

Berpelukan dengan Maruf Amin, Mahfud MD Angkat Bicara

Kalah Atas Prannoy di Japan Open 2018, Jonatan Christie Gagal Bertemu Anthony Ginting

Pegawai Bank Tewas Bersimbah Darah di Lembang, Polisi Temukan 23 Tusukan

Selain itu, dari pantauan TribunJakarta.com, aspek utama yang perlu ditambahkan yakni keberadaan tempat sampah yang dirasa kurang begitu banyak.

Alhasil, beberapa pengujung terlihat kerap membuang sampah sembarangan ke dalam air muara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved