Breaking News:

Pilpres 2019

Iklan Jokowi di Bioskop: PKS Minta Dicopot, Istana Bantah Kampanye Namun Berikan Penjelasan Ini

Jadi ini makna negative campaign kalau pemerintah memahami ini negatif campaign lah buat apa dilanjutkan," kata dia.

Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Erik Sinaga
Capture video/Twitter @baciritaID
'Iklan Jokowi' di bioskop yang viral 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU- Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menilai, iklan pencapaian pemerintahan Joko Widodo yang tayang di bioskop layak untuk dihentikan.

"Saya setuju kalau iklan semacam itu dicopot saja," ujar Hidayat di komplek parlemen, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Menurut dia, humas pemerintah memang punya kewajiban untuk menyampaikan capaian kinerja pemerintahan. Namun, iklan yang ada di bioskop dinilai lebih menonjolkan sosok Jokowi.

Hal ini justru dinilai menimbulkan tafsir yang berbeda, misalnya, curi start kampanye. Apalagi saat ini Jokowi juga menjadi bakal calon presiden yang akan bertarung di Pilpres 2019.

Menurut Hidayat, akan lebih elegan andai iklan capaian kinerja pemerintah dipasang di tempat lain. Misalnya, dengan memasang baliho, atau di media milik pemerintah TVRI.

"(Tetapi ini) alih-alih menghadirkan simpati itu akan menghadirkan antipati. Jadi ini makna negative campaign kalau pemerintah memahami ini negatif campaign lah buat apa dilanjutkan," kata dia.

Meski begitu, Hidayat tidak mau menyebut iklan Jokowi sebagai kampanye dini. Menurut dia, hal itu justru penilaian sejumlah masyarakat di media sosial.

Sekretaris Jenderal DPP PKB Abdul Kadir Karding sebelumnya mengatakan, tidak ada masalah dengan iklan pencapaian kinerja Pemerintahan Jokowi tersebut.

Ia meminta, koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak perlu panik menyikapi iklan tersebut.

Menurut Karding, sudah kewajiban pemerintah untuk menyampaian capaian-capaian yang sudah diraih selama empat tahun sebagai bentuk pertanggungjawaban politik kepada rakyat.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved