Breaking News:

Kasus Korupsi

Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Sekda Depok Belum Berencana Ajukan Praperadilan

"Wah ini prosesnya masih berjalan, tanya penyidik lah. Masih jauh itu, masih panjang. Belum ada kepikiran, masih jauh itu," kata pengacara Harry.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Harry Prihanto (kiri) usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Depok , Rabu (12/9/2018).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Anggota tim pengacara tersangka korupsi pembebasan lahan Jalan Nangka, Harry Prihanto, Benhard Paul Sibarani mengatakan kliennya belum berencana mengajukan sidang praperadilan guna menggugurkan status tersangka.

Menurutnya praperadilan tak perlu dibicarakan karena Harry tak ditahan dan Unit Polresta Depok masih melakukan proses penyidikan.

"Wah ini prosesnya masih berjalan, tanya penyidik lah. Masih jauh itu, masih panjang. Belum ada kepikiran, masih jauh itu. Belum ada pembicaraan," kata Benhard di Mapolresta Depok, Rabu (12/9/2018).

Saat disinggung layak atau tidaknya Harry menyandang status tersangka dan cukup kah bukti yang digunakan polisi untuk menjerat kliennya sebagai tersangka korupsi.

Lebih lanjut Benhard enggan mengungkap secara gamblang mengungkap pendapat tim pengacara yang bertugas membela kliennya.

Ia menuturkan hanya lembaga Pengadilan yang berhak memutus bersalah atau tidaknya seseorang.

"Kalau bersalah atau tidak itu urusan Pengadilan, masih jauh lah. Itu kan bukan kewenangan saya, prosesnya masih berjalan kok," ujarnya.

Sebelumnya, usai diperiksa penyidik selama 13 jam dan penangguhan penahanan dikabulkan, Harry diperbolehkan pulang oleh penyidik yang menecer 171 pertanyaan.

Diketahui, praperadilan merupakan wewenang Pengadilan Negeri untuk memeriksa sah atau tidaknya suatu penangkapan atau penahanan.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved