Jajaran Direksi Garuda Indonesia Dirombak, Pilot dan Karyawan Berharap Bisa Selesaikan Utang
"PR yang harus dibenahi adalah masalah utang. Mengapa tidak bisa bayar utang, karena tidak bisa jualan," harap dia
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Garuda Indonesia mengalami pergantian jajaran direksinya semalam, Rabu (12/9/2018) di Auditorium Garuda City Center (GCC) Garuda Indonesia Management Building.
Hal tersebut merupakan keputusan Kementerian BUMN yang merombak struktur jajaran Direksi PT Garuda Indonesia, diantaranya posisi direktur utama.
Posisi direktur utama PT Garuda Indonesia sekarang diduduki oleh I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menggantikan Pahala N Mansyuri.
Sementara, posisi direktur operasi yang baru dijabat oleh Capt.Bambang Adisurya Angkasa menggantikan Triyanto Moeharsono.
Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Operasi, Capt.Adisurya merupakan karyawan aktif dan seorang pilot senior Garuda Indonesia.
Ketua Umum Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan jajaran direksi baru menuju Garuda yang lebih baik.
"Kami ini anak-anak mereka dan kami siap bekerjasama dengan direksi agar Garuda bisa terbang tinggi dan otomatis ketika Garuda bisa maju, karyawan pasti happy," ungkap Irfan saat ditemui di Pilot House, Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/9/2018).
Ia pun berharap, direksi yang baru ditunjuk dapat menyelesaikan pekerjaan rumah PT Garuda Indonesia selama ini.
Seperti, masalah utang dimana Garuda dianggapnya belum dapat melunasi utang-utangnya.
"PR yang harus dibenahi adalah masalah utang. Mengapa tidak bisa bayar utang, karena tidak bisa jualan. Sekarang, harapan kita adalah mari kita sama-sama membesarkan Garuda dan menguasai pasar," harap dia.
Ia melanjutkan, jajaran Direksi Garuda Indonesia yang baru adalah orang-orang yang mengerti akan bisnis penerbangan.
"Orang yang menduduki jabatan direksi adalah orang yang mengerti airline bisnis. Kalau kita lihat track record-nya," sebut Irfan.
"Untuk itu, menurut kami ini adalah pekerjaan kita sama-sama karyawan dan direksi, bagaimana kita saling merangkul, bagaimana kita saling kerjasama untuk Garuda lebih baik," tambahnya
Dikesempatan yang sama, Presiden Asosiasi Pegawai Garuda (APG) Capt.Bintang Hardiono mengatakan, Direktur Operasional Garuda Indonesia sudah seharusnya berasal dari internal dan juga seorang penerbang pesawat Garuda Indonesia.
"Menurut aturan undang-undang, direktur operasi itu adalah orang yang memiliki kompetensi sebagai penerbang, dia punya license, dan seorang Captain. Jadi, dibilang mewakili ya, itu adalah sudah mendengarkan suara daripada teman-teman kita," ujar Bintang.
• Klarifikasi Terkait Fotonya Dengan Pria Lain, Lina: Seperti Kang Sule Foto Berdua Sama Cewek
• Iklan Jokowi di Bioskop: PKS Minta Dicopot, Istana Bantah Kampanye Namun Berikan Penjelasan Ini
• Tidak Ada Kaitan Dengan Kasus Sang Kakak, Ozzy Albar Gunakan Narkoba Sejak 10 Tahun Lalu
Hal tersebut pun tercermin pada Direktur Utama PT Garuda Indonesia yang baru, sehingga membuat beberapa harapan pagi para karyawan Garuda.
Dirinya berharap, kedepannya karyawan dan jajaran direksi dapat menjalin komunikasi dengan baik agar dapat membawa perseroan menjadi lebih baik lagi.
"Harapan kita adalah hubungan komunikasi terjalin dengan baik dan semaksimal mungkin dengan divisi-divisi yang lain supaya bisnis ini bisa berjalan bersamaan," lanjut Bintang.
Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilakukan untuk mengganti delapan jajaran direksi PT Garuda Indonesia.
RUPSLB ini dihadiri oleh pemegang 223.202.122.369 lembar saham atau 89.6 persen dari keseluruhan pemegang saham PT Garuda Indonesia.
Sehubungan dengan ada usulan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham seri A melalui Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor:S-476/MBU/07/2018 pada 19 Juli 2018 perihal penyelenggaraan RUPSLB
Dalam RUPSLB ini juga telah menunjuk delapan jajaran baru PT Garuda Indonesia, berikut jajarannya.
1. Direktur Utama : I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.
2. Direktur Niaga : Pikri Ilham Kurniansyah.
3. Direktur Kargo & Pengembangan Usaha : Muhammad Iqbal.
4. Direktur Keuangan & Manajemen Resiko: Fuad Rizal.
5. Direktur Human Capital : Heri Akhyar
6. Direktur Operasi : Bambang Adisurya Angkasa.
7. Direktur Teknik: I Wayan Susena.
8. Direktur Layanan : Nicodemus Panarung Lampe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/direktur-operasi-captbambang-adisurya_20180913_151640.jpg)