Evakuasi Pekerja yang Tertimpa Reruntuhan di PIK, Kompol Mustakim Sebut Akan Datangkan Ekskavator

Karenanya, alat berat berupa ekskavator diperlukan untuk mengangkat besi dan menghancurkan semen yang mulai mengeras.

Evakuasi Pekerja yang Tertimpa Reruntuhan di PIK, Kompol Mustakim Sebut Akan Datangkan Ekskavator
ISTIMEWA
Reruntuhan bangunan di Cluster Ebony, Perumahan Golf Mediterania, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Proses evakuasi seorang pekerja bernama Untung (35) yang tertimpa reruntuhan konstruksi bangunan rumah tinggal di Cluster Ebony, Perumahan Bukit Golf Mediterania, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, ditunda. Proses evakuasi tersebut akan dilanjutkan Sabtu (15/9/2018) besok.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim menjelaskan, proses evakuasi yang berjalan sejak pagi tadi terkendala semen hasil pengecoran yang mulai mengeras dan besi-besi bangunan yang menghalangi.

Karenanya, alat berat berupa ekskavator diperlukan untuk mengangkat besi dan menghancurkan semen yang mulai mengeras.

"Makanya mau mendatangkan alat berat. Nanti malam baru datang alat beratnya, baru dikerjain paling besok jam 8 atau jam 9 pagi," kata Mustakim, Jumat (14/9/2018).

Dikatakan Mustakim, polisi sudah menemukan titik terang terkait lokasi tertimbunnya Untung di antara konstruksi bangunan seluas 500 meter persegi itu.

Hal itu dikarenakan bantuan dari tim anjing pelacak Unit K-9 Dit Sabhara Polda Metro Jaya dalam proses evakuasi hari ini.

"Sudah terendus sama anjing pelacak, tapi sudah dibor nggak tembus. Terendusnya di situ-situ juga. Anjingnya beberapa kali keliling bolak balik di situ-situ lagi," imbuh dia.

Mustakim menambahkan, kondisi Untung hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah masih bernyawa atau tidak.

Dijelaskan Mustakim, bangunan runtuh terdapat enam belas orang pekerja yang sedang mengecor konstruksi bangunan itu. Tujuh di antaranya merupakan pekerja bangunan, sedangkan satu di antaranya merupakan seorang mandor.

Sekitar jam 15.00 WIB Kamis (13/9/2018) lalu, para korban berikut mandor sedang melakukan pengecoran di lantai 2 konstruksi bangunan itu.

"Saat pengecoran sedang dilakukan menggunakan mobil molen pengaduk semen, tiba-tiba bangunan runtuh menimpa para korban," terang Mustakim.

Mistakim menerangkan, setelah runtuhnya konstruksi bangunan itu, tujuh orang berhasil dievakuasi. Mereka mengalami luka ringan.

"Tujuh orang dirumah sakit Buddha Suci, sudah pulang tapi, cuma sebentar doang. Mereka luka dikit aja, ada yang di bagian kepala, wajah, ada yang di kaki," ujar Mustakim.

7 Kasus Bayi Lahir Satu Mata dan Tanpa Hidung di Dunia: Indonesia 2 Kali

Fakta Suami Tembak Istri: Peluru Tembus ke Dada Korban Hingga Pelaku Pernah Edarkan Sabu

Lina Ngaku Hanya Berteman, Istri Teddy Ungkap Fakta Sebaliknya: Kerap Video Call dan Tinggal Serumah

Fakta Pembunuhan Karyawati Bank di Lembang: Pisau Dapur Jadi Petunjuk Hingga Minta Bantuan Psikiater

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ilusi Insiroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved