Polisi Sebut Ada Peningkatan Kasus Peredaran Narkoba di Minggu Kedua Bulan September

"Ungkap kasus ada kenaikan sekira 70 persen dari sebelumnya 503 kasus menjadi 896 kasus di minggu kedua bulan September ini," ujarnya

Polisi Sebut Ada Peningkatan Kasus Peredaran Narkoba di Minggu Kedua Bulan September
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto memperlihatsn barang bukti narkoba jenis sabu dari hasil pengungkapan dua kasus menonjol pada pekan kedua bulan September di Gedung Dirtipid Narkoba Mabes Polri, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pada pekan kedua di bulan September 2018, Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap 896 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Direktur Tindak Pidana (Dirtipid) Narkoba Mabes Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto, angka ini meningkat sekira 70 persen dari ungkap kasus pada pekan pertama bulan September.

"Ungkap kasus ada kenaikan sekira 70 persen dari sebelumnya 503 kasus menjadi 896 kasus di minggu kedua bulan September ini," ujarnya kepada awak media, Jumat (14/9/2018).

Dikatakan Eko, peningkatan jumlah kasus yang berhasil diungkap juga turut meningkatkan jumlah tersangka yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

"Jumlah tersangka juga mengalami peningkatan sekira 72 persen dari pekan lalu yang berjumlah 659 tersangka menjadi 1.380 orang," ucapnya di Gedung Dirtipid Narkoba Mabes Polri, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Barang bukti yang diamankan oleh petugas juga mengalami peningkatan cukup tajam, khususnya untuk narkotika jenis ganja dan ekstasi.

"Barang bukti ekstasi naik dari 533 butir, sekarang kami berhasil menyita 6.700 butir, ganja juga mengalami peningkatakan drastis hampir 500 persen dibanding minggu pertama," kata Eko.

Debat Capres Berbahasa Inggris, Dahnil Anzar: Tak Perlu Repot, Maka Akan Lahir Jokowi English

Cerita Sopir Angkot Mikrolet yang Kian Berat Dapat Setoran: Sehari Cuma Untung Rp 40 Ribu

Usai Insiden Perusakan Truk, Warga dan Pengelola Truk Tanah Sepakati Jam Operasional di Kalideres

"Peningkatan jumlah barang bukti ganja yang berhasil kami sita tak terlepas dari keberhasilan Polda Lampung memgungkap peredaran 350 kilogram ganja," tambahnya.

Sementara itu, peningkatan juga terjadi pada narkotika jenis sabu, yaitu sebesar 72 persen dari sebelumnya 31 kilogram menjadi 56,3 kilogram.

Eko menjelaskan, saat ini sebagaian besar narkotika yang masuk ke Indonesia melalui jalur laut dengan menggunakan kapal kecil kemudian di jemput di tengah laut untuk di bawa ke darat, setelah itu barulah narkotika tersebut didistribusikan menuju Pulau Jawa.

"Mapping minggu kedua ini, mereka banyak memasukan barang melalui jalur tikus dengan model ship to ship, di jemput di tengah laut, seperti di Aceh, Medan, Bengkalis, dan Batam," ujar dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved