Proses Evakuasi Pekerja yang Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Pantai Indah Kapuk Ditunda

Meski sudah menemukan titik terang terkait posisi tubuh Untung, tim yang melakukan evakuasi belum bisa mengangkut tubuhnya.

Proses Evakuasi Pekerja yang Tertimpa Reruntuhan Bangunan di Pantai Indah Kapuk Ditunda
Istimewa
Reruntuhan bangunan di Cluster Ebony, Perumahan Golf Mediterania, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Proses evakuasi seorang pekerja bernama Untung (35) yang tertimpa reruntuhan konstruksi bangunan rumah tinggal di Cluster Ebony, Perumahan Bukit Golf Mediterania, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, ditunda.

Proses evakuasi yang telah berjalan sejak pukul 6.50 WIB pagi tadi terpaksa ditunda sore ini lantaran tim yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian kesulitan untuk mengangkut tubuh Untung.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim menjelaskan, anggota Polsek Metro Penjaringan dengan bantuan tim anjing pelacak Unit K-9 Dit Sabhara Polda Metro Jaya sudah mengetahui titik terang lokasi tertimbunnya Untung.

"Sudah terendus sama anjing pelacak, tapi sudah dibor nggak tembus. Terendusnya di situ-situ juga. Anjingnya beberapa kali keliling bolak balik di situ-situ lagi," kata Mustakim saat ditemui TribunJakarta.com di depan pintu gerbang Cluster Ebony, Jumat (14/9/2018).

Mustakim menjelaskan, meski sudah menemukan titik terang terkait posisi tubuh Untung, tim yang melakukan evakuasi belum bisa mengangkut tubuhnya.

Sebab, semen yang diduga menimbun tubuh Untung sudah mulai mengeras.

Sempat Minta Maaf ke Orang Tua, Mahasiswa UNS Tewas Setelah Jatuh dari Lantai 4

Namanya Dicatut dalam Akun Prostitusi Online, Ayu Ting Ting Cuek: Urusan Saya Banyak

"Permasalahannya cor-corannya sudah mulai keras dan besinya itu kecil-kecil kan, keras sekali. Makanya mau mendatangkan alat berat," jelas Mustakim.

Dijelaskan Mustakim, bangunan runtuh terdapat enam belas orang pekerja yang sedang mengecor konstruksi bangunan itu. Tujuh di antaranya merupakan pekerja bangunan, sedangkan satu di antaranya merupakan seorang mandor.

Sekitar jam 15.00 WIB Kamis (13/9/2018) lalu, para korban berikut mandor sedang melakukan pengecoran di lantai 2 konstruksi bangunan itu.

"Saat pengecoran sedang dilakukan menggunakan mobil molen pengaduk semen, tiba-tiba bangunan runtuh menimpa para korban," terang Mustakim.

Mistakim menerangkan, setelah runtuhnya konstruksi bangunan itu, tujuh orang berhasil dievakuasi. Mereka mengalami luka ringan.

"Tujuh orang dirumah sakit Buddha Suci, sudah pulang tapi, cuma sebentar doang. Mereka luka dikit aja, ada yang di bagian kepala, wajah, ada yang di kaki," ujar Mustakim.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved