Warga Penghuni Lantai Dasar Rusun Muara Baru Pilih Bayar Daripada Hidup Tak Nyaman

Lantai dasar Rumah Susun Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, terlihat berbeda dari kebanyakan rusun di DKI Jakarta.

Warga Penghuni Lantai Dasar Rusun Muara Baru Pilih Bayar Daripada Hidup Tak Nyaman
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Hunian sementara di lantai dasar Rusun Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto diambil pada Sabtu (15/9/2018). 

"Di sini belum ada penarikan biaya apapun sih, tapi menurut saya kurang nyaman, kurang lebar, belum lancar air. Ya kalo saya mah mendingan yang bayar aja yang lebih lebar lagi," imbuh dia.

Lantaran air kurang lancar, Kasiro mengaku dirinya mesti menyalurkan air dari lantai 1 rusun tersebut. Selama sebulan, dia membayar Rp 100 ribu untuk membayar air yang disalurkan tersebut.

"Cuman diisinya tiga hari sekali, dibatesin lah gitu," ucapnya.

Suami Kasiro, Jurita (55) mengatakan, pengelola rusun maupun pemerintah setempat sempat menjanjikan relokasi lanjutan ke lantai lain di Rusun Muara Baru.

Apabila ada salah satu rusun yang disegel, Jurita dan Kasiro dijanjikan bisa pindah. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait pemindahan tersebut.

"Justru bilangnya cuman tinggal di sini sementara kalo ada lagi mau dipindah ke rumah susun lagi. Ntar kalo ada di atas disegel bisa digantiin bisa cuman nggak ada tuh. Di sini belum ada yang pindah, katanya masih penuh," ujar Jurita.

Kamar warga yang menetap di hunian sementara lantai dasar Rusun Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (15/9/2018).
Kamar warga yang menetap di hunian sementara lantai dasar Rusun Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (15/9/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Pantauan di hunian lantai dasar sementara yang ditempati pasangan suami istri Jurita dan Kasiro, terlihat bangunan itu seperti tempat usaha dengan pintu geser di bagian depannya.

Memasuki pintu depan, terdapat semacam ruang tamu kecil dengan beberapa barang elektronik.

Ruangan itu disekat menggunakan tirai dengan bagian belakangnya yang adalah kamar mandi buatan.

Jurita membuat sendiri kamar mandi itu lantaran kamar mandi di lantai dasar rusun itu memang di luar adanya.

Untuk tempat tidur, Jurita memasang papan kayu di bagian atas rumahnya. Papan kayu itu memanjang sampai ke bagian belakang rumahnya, dengan tangga kecil dipasang di bagian depan.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved