Cegah Tawuran, 800 Pelajar Ikut Deklarasi Damai di Kramat Jati

para pelajar juga diedukasi terkait undang-undang yang akan menjerat meraka bila masih melakukan tawuran pelajar

Cegah Tawuran, 800 Pelajar Ikut Deklarasi Damai di Kramat Jati
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Ratusan pelajar terlihat berbaris rapi melaksanakan apel dan deklarasi damai untuk menghentikan tawuran pelajar yang kerap kali terjadi di wilayah Kramat Jati, Senin (17/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Ratusan pelajar dari 34 SMK dan SMA di wilayah Kramat Jati deklarasi damai stop tawuran pelajar di Kantor Unit Pengelola Angkutan Sekolah (Upas), Jakarta Timur.

Deklarasi damai yang diikuti oleh 17 SMK swasta, 12 SMA swasta, empat SMA Negeri, dan satu SMK Negeri ini diinisiasi oleh pihak Kecamatan dan Polsek Jatinegara.

Menurut Camat Kramat Jati Eka Darmawan, kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada para pelajar bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa.

"Mereka ini masih muda, generasi penerus bangsa, tawuran yang beberapa waktu lalu terjadi hingga merenggut korban jiwa itu sangat memprihatinkan," ucapnya, Senin (17/9/2018).

Eka berharap, melalui deklarasi damai ini para pelajar mampu menahan diri menghentikan aksi tawuran yang kerap kali terjadi.

Inapgoc Gelar Parade Momo dan Kirab Obor Asian Para Games 2018 di Hari Bebas Kendaraan

Pedagang Pasar Pagi Mangga Dua Rasakan Sepinya Pengunjung Usai Idul Adha 2018

"Mereka semua dikumpulkan disini harapannya semua bisa menghentikan aksi tawuran," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, para pelajar juga diedukasi terkait undang-undang yang akan menjerat meraka bila masih melakukan tawuran pelajar, apalagi hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

"Disini para siswa juga mendapat penjelasan akan UU Darurat dimana akan dijerat bila ditemukan membawa senjata tajam," kata Eka.

Ia menegaskan, pihaknya tak akan segan memberikan sanksi tegas kepada pelajar yang masih terlibat bentrok antar pelajar.

"Bila masih ada ada yang terlibat, kami akan berikan sanksi tegas, terlebih kami sudah bekerjasama dengan kepolisian untuk masalah ini," ucap dia.

Apel ini dipimpin oleh Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Abdul Rachem dan turut dihadiri oleh Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin AR.

Dalam sambutannya, Rachem mengajak para siswa untuk menghentikan tawuran dan menggantinya dengan kegiatan positif lainnya.

"Mari kita stop tawuran, kita lakukan kegiatan positif, apalagi kalian masih muda, kalian adalah harapan bangsa kita," ucapnya.

Pantauan TribunJakarta.com, sebagai tanda mereka telah sepakat dan menyetujui deklarasi damai ini, ratusan siswa tersebut diminta membubuhkan tanda tangan di atas sebuah spanduk yang dibentangkan di sekitar lokasi apel secara bergantian.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved