Februari 2018, MRT Jakarta Uji Coba Operasi Parsial Tanpa Penumpang
William mengatakan MRT Jakarta baru melakukan uji coba persinyalan pada rangkaian pertama kereta MRT Jakarta yang dimulai pada 9 Agustus 2018 lalu.
Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Direktur Utama Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William P. Sabandar akan memulai uji coba operasi secara penuh pada Februari 2019 mendatang.
Uji coba ini dilakaukan secara normal layaknya beroperasi sungguhan dari jam 05.00 WIB hingga 24.00 WIB yang dijalankan tanpa penumpang.
"Jadi ini sudah dijalankan secara normal seperti beroperasi selayaknya dari jam 5 pagi sampai jam 12 malam, beroperasi dengan waktu pengoperasian yang sesungguhnya," kata William di Wisma Nusantara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).
"Tetapi satu hal, kita belum menaikkan penumpang. Kita akan mengundang secara selektif orang-orang yang bisa kita ajak sebagai penumpang tapi memang pada saat itu belum dikenakan tarif karen itu baru uji coba operasi," lanjutnya.
Namun, sebelum uji coba tersebut dilakukan pihaknya akan melakukan uji coba secara parsial (keseluruhan) di jalur utama yaitu Lebak Bulus-Bundaran HI dari rangkaian kereta ke-2 hingga 16.
"Kemudian kalau kita belakang lagi kita sudah mulai uji coba operasi sistem perkeretaapian secara terintegrasi oleh kontraktor di bulan November 2018," kata dia.
William mengatakan MRT Jakarta baru melakukan uji coba persinyalan pada rangkaian pertama kereta MRT Jakarta yang dimulai pada 9 Agustus 2018 lalu.
Untuk diketahui, untuk fase I ini ada 16 rangkaian kereta, 14 diantaranya akan dioperasikan.
Sementara dua lainnya akan digunakan sebagai cadangan.