Breaking News:

Pileg 2018

Bawaslu Dukung Tandai Eks Koruptor di Surat Suara, Fahri Hamzah Samakan dengan Kasus Eks Tapol 65

Bawaslu mendukung usulan soal eks koruptor yang nyaleg untuk ditandai di surat suara, Fahri Hamzah lantas menyinggung soal eks tapol 65.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI
Fahri Hamzah Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (1/10/2017). TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Usulan ditandainya calon anggota legislatif yang berstatus bekas koruptor didukung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Tak hanya itu Bawaslu juga mengusulkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar memajang nama dan foto caleg eks koruptor.

Hal tersebut menyusul keputusan Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan eks koruptor untuk maju dalam Pileg 2019.

Namun rupanya usulan tanda-menandai Bawaslu menjadi pro dan kontra.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bahkan sampai menyinggung soal eks tahanan politik 1965 (eks tapol 65).

Bagaimana kisah selengkapnya? mari kita simak.

Fahri Hamzah menganggap usulan soal menandai eks koruptor di surat suara sama dengan peristiwa eks tapol 65 di masa lalu.

Penelusuran TribunJakarta.com eks tapol 65 sempat diberi tanda tersendiri di Kartu Tanda Penduduknya (KTP).

Tanda di KTP tersebut membuat eks tapol 65 mengalami kesulitan yang luar biasa dalam menjalankan kesehariannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved