Breaking News:

Pileg 2018

Bersama Polisi dan Kejaksaan, Bawaslu Bahas Kelengkapan Dokumen Gugatan Kedua M Taufik Terhadap KPU

Puadi menjelaskan, pembahasan pertama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan pada hari ini untuk memastikan kelengkapan syarat formil dan materiil.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi, saat ditemui TribunJakarta.com, Selasa (18/9/2018) di Kantor Bawaslu DKI Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta melakukan pertemuan perdana bersama pihak Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam pembahasan mengenai gugatan politikus Partai Gerindra M Taufik terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

Gugatan tersebut berisi dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU DKI Jakarta lantaran belum menindaklanjuti putusan Bawaslu DKI Jakarta setelah meloloskan M. Taufik dalam sidang penyelesaian proses sengketa pemilu.

Adapun putusan tersebut dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2018, yang jatuh pada hari Jumat. Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Puadi menjelaskan sesuai peraturan, KPU DKI harus menindaklanjuti putusan itu selang tiga hari setelahnya.

Dikarenakan tanggal 1 sampai 2 September 2018 adalah akhir pekan, KPU DKI seharusnya sudah bisa menindaklanjuti putusan Bawaslu DKI selama tanggal 3 sampai 5 September 2018.

Namun, KPU DKI Jakarta belum juga menindaklanjuti putusan Bawaslu DKI selama tanggal yang ditentukan itu.

Dari situlah pihak M Taufik memutuskan untuk melaporkan KPU DKI ke Polda Metro Jaya per tanggal 10 September 2018.

Lalu, pada tanggal 14 Septembernya, M. Taufik kembali melaporkan KPU DKI ke Bawaslu DKI.

"Mereka (pihak M Taufik) melaporkan (ke Polda Metro Jaya) hari Jumat (14/9/2018), hari terakhir. 5 September KPU tidak menindaklanjuti keputusan Bawaslu DKI Jakarta. Di hari Jumat kemarin laporan terakhir," kata Puadi saat ditemui TribunJakarta.com, Selasa (18/9/2018).

Puadi menjelaskan, pembahasan pertama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan pada hari ini untuk memastikan kelengkapan syarat formil dan materiil pihak pelapor.

"Ternyata memang sudah lengkap persyaratan itu. Kita sudah membuat Form B5, kajian awal apakah itu boleh dilanjutkan atau tidak ke penyelidikan," kata Puadi.

Setelah pembahasan dengan polisi dan kejaksaan, Rabu (19/9/2018) besok Bawaslu akan mengundang M. Taufik beserta kuasa hukumnya secara langsung untuk mengklarifikasi gugatan tersebut.

"Besok Rabu pukul 9.00 WIB, agenda klarifikasi ke pelapor, langsung Pak Taufik yang hadir sama Yupen (kuasa hukum). Kita nanti mengupas meminta keterangan sejelas-jelasnya kepada pelapor terutama ke Pak Taufik untuk apa sih keberatannya, tuntutan dugaan pelanggaran pidana ini," terang Puadi.

Sebelumnya, sesuai dengan UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, pihak M. Taufik menganggap KPU DKI telah melanggar Pasal 17 Huruf J UU Pemilu. Pelanggaran tersebut terkait KPU DKI yang tidak melaksanakan keputusan Bawaslu.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved